About Me
Category
Popular Post
-
JKT48 : Date Your Oshimen adalah sebuah game Visual Novel Dating Sim tentang member JKT48. Di sini kita berperan sebagai seorang delusioni...
-
Free Download Games Resident Evil 6 Full Version ( PC ) Resident Evil 6 ...
-
Kemarin 48 family (AKB48, JKT48, NMB48, SKE48, HKT48,) mengadakan konser Nippon Budokan secara live di gedung aula serbaguna di pusat kota...
-
Jadi begini gan penjelasannya bagi yang nubie aja deh yah.. Dulu kalo ane mo buat callname sendiri tu caranya lumayan ribet karena cara bik...
-
kalau kita sabar pasti akan mendapatkan apa yang di inginkan,, walaupun membutuhkan proses waktu yang cukup membosankan,, untuk mendaptkanny...
-
Saya mau share link download AKB48 in Tokyo Dome Sedot gann.. Disc 1: Disc 1 Part 001 Disc 1 Part 002 Disc 1 Part 003 Di...
-
akhirnya yang saya tunggu muncul juga LOD teater JKT48 setlist RKJ,, yang belum pernah pergi ke teater cocok nich untuk di download,, nich t...
-
ISO / DVD + FLAC / Lossless / CD Release Info JKT48 First Album – Heavy Rotation (2013.2.16) JKT48 is the official sister group of AKB...
-
Download Game Burnuot Paradise Mediafire 600mb,,, Gomen kalo lama gak posting,,, kemarin baru sembuh dari sakit hati....nach sekarang s...
-
semakin kesini harga tiket konser jkt48 semakin tingkat akut,,, tapi si yamada pasti ngikut ajah :v semoga aja JOT bikin dvd nya lagi, jadi...
Showing posts with label Cerita. Show all posts
Apa itu analis kesehatan ??????
sebelum mengenal lebih jauh tentang analis kesehatan, ada
baiknya kita tahu dulu definisinya. Menurut Kerlinger analisa adalah suatu
usaha yang dilakukan secara sengaja untuk mengetahui sesuatu. Dalam linguistik,
analisa atau analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa
guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. Sedangkan pada kegiatan
laboratorium, kata analisa atau analisis dapat juga berarti kegiatan yang
dilakukan di laboratorium untuk memeriksa kandungan suatu zat dalam cuplikan.
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan
setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Jadi Analis kesehatan
adalah petugas yang bekerja di laboratorium untuk melakukan pemeriksaan lab
sebagai penunjang diagnosa dokter demi membantu seseorang mencapai keadaan
jasmani, dan jiwa yang sejahtera. Analis kesehatan atau pranata laboratorium
adalah bagian dari profesi di bidang kesehatan. Seorang analis harus memiliki
ketrampilan dan tanggung jawab yang tinggi dalam pemeriksaan sampel. Hal ini
berhubungan dengan adanya risiko yang fatal jika terjadi kesalahan.
Banyak yang tidak mengetahui jg analis kesehatan memiliki
banyak sekali peluang pekerjaan. Seorang lulusan analis bisa bekerja pada
laboratorium rumah sakit tentunya bertugas membantu diagnosa seorang dokter.
Selain rumah sakit analis kesehatan bisa ditempatkan di Prodia, PMI, dan segala
tempat yang berhubungan dengan analisis.
bisa dilihat seperti inilah gambarannya seorang analis saat
bekerja.
Banyak yang tidak mengetahui jg analis kesehatan memiliki
banyak sekali peluang pekerjaan. Seorang lulusan analis bisa bekerja pada
laboratorium rumah sakit tentunya bertugas membantu diagnosa seorang dokter.
Selain rumah sakit analis kesehatan bisa ditempatkan di Prodia, PMI, dan segala
tempat yang berhubungan dengan analisis.
bisa
dilihat seperti inilah gambarannya seorang analis saat bekerja
Salah satu contoh kasus dari kelalaian seorang analis ialah
kasus mengenai seorang wanita bernama Prita Mulyasari yang kasusnya sangat
marak diberitakan di media belakangan ini. Kasus yang menimpa Ibu Prita
Mulyasari yang dituntut oleh Omni International Hospital Tangerang atas dasar
pencemaran nama baik dan sempat ditahan di LP Wanita Tangerang sebelum akhirnya
mendapat penangguhan penahanan, menjadi berita hangat yang memicu timbulnya
simpati masyarakat sampai politisi di tanah air. Kasus ini bermula dari
tersebarnya email yang berisi keluhan Ibu Prita di internet yang oleh pihak RS
Omni dianggap merugikan dan mencemarkan nama baik RS dan dua orang dokternya.
Dalam email yang tersebar luas tersebut, Ibu Prita dengan gamblang menyatakan
bahwa RS Omni International telah melakukan penipuan atas dirinya karena
menggunakan hasil lab yang hasilnya tidak valid untuk memutuskan rawat inap.
Hasil lab yang dimaksud adalah hitung trombosit yang dilakukan dua kali yang
hasilnya 27.000. Keesokan harinya dokter spesialis yang merawat mengatakan ada
revisi tentang hasil lab yang dilakukan semalam, dan hasil yang benar adalah
181.000. Inilah yang kemudian dianggap sebagai penipuan oleh Ibu Prita. Dari
keterangan yang ada didalam email tersebut berupa gejala klinis dan hasil
pemeriksaan trombosit awal, memang seorang dokter segera akan berpikir bahwa
itu demam berdarah sebelum terbukti yang lain, karena Indonesia termasuk daerah
endemik demam berdarah. Trombosit yang 27.000 ribu tersebut sudah termasuk membahayakan
karena potensi terjadinya perdarahan cukup besar. Jadi berdasarkan pemeriksaan
awal, saya kira memang sudah seharusnya Ibu Prita dirawat segera. Perlu dicatat
bahwa nilai normal hitung trombosit adalah 150.000-300.000/mikroliter (ada
variasi nilai normal antar laboratorium/RS). Nilai kritis pemeriksaan trombosit
adalah 50.000. Potensi terjadinya perdarahan sangat besar bila nilainya sudah
dibawa 20.000. Namun yang mencengangkan saya adalah revisi hasil lab yang
dimaksud keesokan harinya. Apakah revisi tersebut dilakukan dengan sampel yang
sama? Apakah dua kali pemeriksaan awal (sesuai email Ibu Prita) tersebut
dua-duanya salah? Ini sangat kontras dengan apa yang dijelaskan pihak RS Omni
dalam klarifikasinya seperti yang diberitakan oleh Kompas. Pihak RS dari berita
itu hanya melakukan dua kali pemeriksaan hitung trombosit, dan menyatakan bahwa
pemeriksaan pertama tidak valid karena banyak gumpalan darah. Saya kira
disinilah letak kompetensi laboratorium RS Omni yang harus dipertanyakan.
Kenapa bisa terjadi banyak gumpalan darah? Darah yang telah diberi anticoagulan
atau antibeku tidak akan membeku, oleh karena itu pihak RS Omni harus
menjelaskan kepada masyarakat mengapa terdapat banyak gumpalan darah di sampel
darah Ibu Prita yang menjadi alasan tidak validnya pemeriksaan pertama. Secara
keseluruhan kasus ini menurut saya hanya karena kurangnya komunikasi antara
dokter dan pasien. Setiap tindakan yang diberikan kepada pasien seyogyanya
memang mesti sepegentahuan pasien. Di sinilah letak pentingnya informed
consent. Dokter-dokter kita sepertinya masih merasa terlalu sibuk untuk
menjelaskan secara sederhana kepada pasien tentang penyakitnya, diagnosis,
prosedur pengobatan yang akan dilakukan, sehingga mereka lebih memilih untuk
memberikan instruksi berupa resep dan tindakan medis dengan informasi yang
seadanya kepada pasien.
Kasus Prita tersebut adalah salah satu contoh agar nantinya seorang analis harus memiliki keterampilan dan tanggung jawab yang besar agar nantinya mereka dapat berhati-hati dalam megerjakan suatu sampel sehingga mereka dapat mempertanggung jawabkan sampel tersebut. Sehingga tidak ada lagi kasus Prita lainnya dikemudian hari. Hal ini juga sudah sepatutnya menjadi pelajaran bagi profesi analis kesehatan untuk lebih berhati-hati dan lebih teliti. Sama halnya dengan rumah sakit, rumah sakit adalah kehidupan ideal bagi orang-orang yang punya jiwa kemanusiaan, rasa sosial dan kemasyarakatan yang tinggi. Oleh karena itu profesi di bidang pelayanan jasa medis apapun bentuk profesinya (Rumah Sakit padat profesi) baik yang berprofesi sebagai staf medis (dokter), staf paramedis (perawat / bidan) dan staf penunjang medis lainnya seperti analis kesehatan, apoteker, analis gizi, fisioterapi, radiographer adalah salah satu dari sekian banyak jenis pekerjaan yang dianggap mulia. Begitu banyak pengetahuan medis yang telah disumbangkan ilmuwannya dalam rangka upaya penyembuhan, penyelamatan dan pemulihan kesehatan umat manusia. Dan hal ini seringkali klimaks dan atau antiklimaksnya berakhir di Rumah Sakit, berhasil atau sebaliknya gagal. Namun alangkah naifnya jika profesi dibidang kesehatan lebih banyak muatan komersialnya dari pada muatan pelayanan sosial kemasyarakatan, simplenya dua-duanya harus seimbang antara pelayanan sosial kemasyarakatan dengan bisnis dan keuntungan.
Untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam menganalisa sesuatu, adapun etika profesi analis kesehatan :
Kasus Prita tersebut adalah salah satu contoh agar nantinya seorang analis harus memiliki keterampilan dan tanggung jawab yang besar agar nantinya mereka dapat berhati-hati dalam megerjakan suatu sampel sehingga mereka dapat mempertanggung jawabkan sampel tersebut. Sehingga tidak ada lagi kasus Prita lainnya dikemudian hari. Hal ini juga sudah sepatutnya menjadi pelajaran bagi profesi analis kesehatan untuk lebih berhati-hati dan lebih teliti. Sama halnya dengan rumah sakit, rumah sakit adalah kehidupan ideal bagi orang-orang yang punya jiwa kemanusiaan, rasa sosial dan kemasyarakatan yang tinggi. Oleh karena itu profesi di bidang pelayanan jasa medis apapun bentuk profesinya (Rumah Sakit padat profesi) baik yang berprofesi sebagai staf medis (dokter), staf paramedis (perawat / bidan) dan staf penunjang medis lainnya seperti analis kesehatan, apoteker, analis gizi, fisioterapi, radiographer adalah salah satu dari sekian banyak jenis pekerjaan yang dianggap mulia. Begitu banyak pengetahuan medis yang telah disumbangkan ilmuwannya dalam rangka upaya penyembuhan, penyelamatan dan pemulihan kesehatan umat manusia. Dan hal ini seringkali klimaks dan atau antiklimaksnya berakhir di Rumah Sakit, berhasil atau sebaliknya gagal. Namun alangkah naifnya jika profesi dibidang kesehatan lebih banyak muatan komersialnya dari pada muatan pelayanan sosial kemasyarakatan, simplenya dua-duanya harus seimbang antara pelayanan sosial kemasyarakatan dengan bisnis dan keuntungan.
Untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam menganalisa sesuatu, adapun etika profesi analis kesehatan :
ETIKA PROFESI ANALIS KESEHATAN
Etika profesi Analis Kesehatan memiliki tiga dimensi utama,
yaitu :
• Keahlian (pengetahuan, nalar atau kemampuan dalam asosiasi dan terlatih)
• Keterampilan dalam komunikasi (baik verbal & non verbal)
• Profesionalisme (tahu apa yang harus dilakukan dan yang sebaiknya dilakukan)
• Keahlian (pengetahuan, nalar atau kemampuan dalam asosiasi dan terlatih)
• Keterampilan dalam komunikasi (baik verbal & non verbal)
• Profesionalisme (tahu apa yang harus dilakukan dan yang sebaiknya dilakukan)
Kewajiban Terhadap Profesi
• Menjunjung tinggi serta memelihara martabat, kehormatan, profesi, menjaga integritas dan kejujuran serta dapat dipercaya.
• Meningkatkan keahlian dan pengetahuannya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
• Melakukan pekerjaan profesinya sesuai dengan standar prosedur operasional, standar keselamatan kerja yang berlaku dan kode etik profesi.
• Menjaga profesionalisme dalam memenuhi panggilan tugas dan kewajiban profesi.
• Menjunjung tinggi serta memelihara martabat, kehormatan, profesi, menjaga integritas dan kejujuran serta dapat dipercaya.
• Meningkatkan keahlian dan pengetahuannya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
• Melakukan pekerjaan profesinya sesuai dengan standar prosedur operasional, standar keselamatan kerja yang berlaku dan kode etik profesi.
• Menjaga profesionalisme dalam memenuhi panggilan tugas dan kewajiban profesi.
Kewajiban Terhadap Pekerjaan
• Bekerja dengan ikhlas dan rasa syukur
• Amanah serta penuh integritas
• Bekerja dengan tuntas dan penuh tanggung jawab
• Penuh semangatdan pengabdian
• Kreatif dan tekun
• Menjaga harga diri dan jujur
• Melayani dengan penuh kerendahan hati
• Bekerja dengan ikhlas dan rasa syukur
• Amanah serta penuh integritas
• Bekerja dengan tuntas dan penuh tanggung jawab
• Penuh semangatdan pengabdian
• Kreatif dan tekun
• Menjaga harga diri dan jujur
• Melayani dengan penuh kerendahan hati
Kewajiban Terhadap Rekan
• Memperlakukan setiap teman sejawat dalam batas-batas norma yang berlaku
• Menjunjung tinggi kesetiakawanan dalam melaksanakan profesi.
• Membina hubungan kerjasama yang baik dan saling menghormati dengan teman sejawat dan tenaga profesional lainnya dengan tujuan utama untuk menjamin pelayanan tetap berkualitas tinggi.
• Memperlakukan setiap teman sejawat dalam batas-batas norma yang berlaku
• Menjunjung tinggi kesetiakawanan dalam melaksanakan profesi.
• Membina hubungan kerjasama yang baik dan saling menghormati dengan teman sejawat dan tenaga profesional lainnya dengan tujuan utama untuk menjamin pelayanan tetap berkualitas tinggi.
Kewajiban Terhadap Pasien
• Bertanggung jawab dan menjaga kemampuannya dalam memberikan pelayanan kepada pasien / pemakai jasa secara profesional.
• Menjaga kerahasiaan informasi dan hasil pemeriksaan pasien / pemakai jasa, serta hanya memberikan kepada pihak yang berhak.
• Dapat berkonsultasi / merujuk kepada teman sejawat atau pihak yang lebih ahli untuk mendapatkan hasil yang akurat
• Bertanggung jawab dan menjaga kemampuannya dalam memberikan pelayanan kepada pasien / pemakai jasa secara profesional.
• Menjaga kerahasiaan informasi dan hasil pemeriksaan pasien / pemakai jasa, serta hanya memberikan kepada pihak yang berhak.
• Dapat berkonsultasi / merujuk kepada teman sejawat atau pihak yang lebih ahli untuk mendapatkan hasil yang akurat
Kewajiban Terhadap Masyarakat
• Memiliki tanggung jawab untuk menyumbangkan kemampuan profesionalnya kepada masyarakat luas serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.
• Dalam melaksanakan pelayanan sesuai dengan profesinya harus mengikuti peraturan dan perundang-undangan yang berlaku serta norma-norma yang berkembang pada masyarakat.
• Dapat menemukan penyimpangan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar norma yang berlaku pada saat itu serta melakukan upaya untuk dapat melindungi kepentingan masyarakat.
• Memiliki tanggung jawab untuk menyumbangkan kemampuan profesionalnya kepada masyarakat luas serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.
• Dalam melaksanakan pelayanan sesuai dengan profesinya harus mengikuti peraturan dan perundang-undangan yang berlaku serta norma-norma yang berkembang pada masyarakat.
• Dapat menemukan penyimpangan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar norma yang berlaku pada saat itu serta melakukan upaya untuk dapat melindungi kepentingan masyarakat.
Langkah Menuju Profesional
• Self comitment (teguh pada tujuan yang ingin dicapai dan berprinsip namun tidak kaku)
• Self management (manajemen prioritas dan manajemen waktu)
• Self awareness (pengelolaan kelemahan dan kelebihan diri)
• Self comitment (teguh pada tujuan yang ingin dicapai dan berprinsip namun tidak kaku)
• Self management (manajemen prioritas dan manajemen waktu)
• Self awareness (pengelolaan kelemahan dan kelebihan diri)
Harapan Profesionalisme Analis Kesehatan
• Tangibles (bukti langsung dan nyata) meliputi kemampuan hasil pengujian, dapat menunjukkan konsep derajat kesehatan pada diri sendiri
• Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan memuaskan
• Responsiveness (daya tanggap), yaitu tanggap dalam memberikan pelayanan yang baik terhadap pemakai jasa (pasien, klinisi, dan profesi lain)
• Assurance (jaminan), mencakup kemampuan, kesopanan, sifat dapat dipercaya yang dimiliki Analis Kesehatan dan bebas dari risiko bahaya atau keragu-raguan
• Emphaty (empati) meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan pemakai jasa (pasien, klinisi, dan profesi lain)
• Tangibles (bukti langsung dan nyata) meliputi kemampuan hasil pengujian, dapat menunjukkan konsep derajat kesehatan pada diri sendiri
• Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan memuaskan
• Responsiveness (daya tanggap), yaitu tanggap dalam memberikan pelayanan yang baik terhadap pemakai jasa (pasien, klinisi, dan profesi lain)
• Assurance (jaminan), mencakup kemampuan, kesopanan, sifat dapat dipercaya yang dimiliki Analis Kesehatan dan bebas dari risiko bahaya atau keragu-raguan
• Emphaty (empati) meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan pemakai jasa (pasien, klinisi, dan profesi lain)
2.4 Manfaat dan Pengaruh Analis Kesehatan
Segala sesuatu pasti memiliki manfaat dan pengaruh baik
positive maupun negative. Dunia kedokteran memiliki banyak sekali aspek yang
mendukung didalamnya. Banyak sekali hal yang ikut andil besar dalam kemajuan
dunia kedokteran. Faktor penunjang dunia kedokteran meliputi profesi,
laboratorium, media, sampel, bahkan hingga teknologi. Paper ini akan jauh
membahas lebih dalam megenai profesi yang menunjang karir seorang dokter.
Dimana dapat kita ketahui profesi yang tidak kalah penting membantu dalam dunia
kedokteran.
Banyak orang yang tentu sudah mengenal profesi seorang dokter, dokter adalah adalah seseorang yang karena keilmuannya berusaha menyembuhkan orang-orang yang sakit. Tidak semua orang yang menyembuhkan penyakit bisa disebut dokter. Untuk menjadi dokter biasanya diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus dan mempunyai gelar dalam bidang kedokteran. Banyak orang mengira jika sakit, mereka hanya perlu datang ke dokter untuk berobat. Padahal banyak sekali profesi yang turut membantu dalam diagnosa seorang dokter. Profesi bidan misalnya secara teknis bidan adalah seseorang yang membantu dalam proses kelahiran seorang bayi dimana ia membantu profesi seorang dokter kandungan. Contoh kedua adalah perawat jika anda pernah dirawat di rumah sakit tentu anda akan dirawat oleh seorang perawat dimana perawat bertugas untuk merawat pasien dari seorang dokter. Ada satu lagi profesi yang sangat membantu profesi seorang dokter, profesi tersebut adalah profesi analis kesehatan. Banyak sekali orang tidak mengerti mengenai analis kesehatan. Seperti yang telah dijelaskan pada sub bab 2.2 mengenai definisi analis kesehatan atau pranata laboratorium ialah petugas yang bekerja di laboratorium untuk melakukan pemeriksaan lab sebagai penunjang diagnosa dokter demi membantu seseorang mencapai keadaan jasmani, dan jiwa yang sejahtera.
Diagnosa seorang dokter sangat dipengaruhi oleh sampel yang diteliti oleh pranata laboratorium atau analis kesehatan. Jika terjadi kesalahan dalam meneliti sampel maka yang patut disalahkan adalah analis kesehatan yang tidak terampil dan bertanggungjawab atas sampel tersebut. Diagnosa adalah identifikasi mengenai sesuatu. Diagnosis digunakan dalam medis, ilmu pengetahuan, teknik, bisnis, dll. Sampel adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti; dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Dalam hal ini sudah sepatutnya seorang analis bekerja sama dengan dokter dalam membantu mendiagnosa suatu penyakit. Dengan demikian sudah sangat jelas bahwa analis kesehatan adalah contoh dari salah satu profesi yang sangat menunjang dalam dunia kedokteran. Berdasarkan hal tersebut seperti yang kita ketahui jurusan analis kesehatan masih sangat langka di Indonesia. Peluang kerja yang menjanjikan bagi lulusannya membuat jurusan ini banyak dicari oleh lulusan sekolah menengah atas.
Mengapa harus analis kesehatan? Karena lulusan program studi (prodi) analis kesehatan makin dibutuhkan. Profesi ini berperan menegakkan diagnosa klinis melalui pemeriksaan laboratorium. Bahkan bisa menggeser peran seorang dokter. Untuk memastikan jenis penyakit, sampel darah pasien akan diperiksa di labaratorium. Demikian imbauan yang lazim diucapkan pejabat di tengah merebaknya wabah flu burung. Bicara soal laboratorium, ingatan kita selalu tertuju pada sebuah profesi: analis kesehatan. Ya, profesi tersebut sekarang sedang naik daun. Sebagai operator laboratarium, analis kesehatan menjadi ujung tombak untuk mendiagnosa beragam penyakit. Padahal dulu dokter bagaikan ”dewa”, dan dianggap sebagai satu-satunya tenaga medis yang berwenang menentukan derajat kesehatan pasien. Seiring dengan perkembangan ilmu kesehatan, makin terbukalah rahasia tautan derajat kesehatan dan komposisi kimia dalam tubuh manusia. Alhasil, uji klinis seperti sampel darah, urine dan kandungan lain dalam tubuh sangat penting, untuk memastikan jenis serta stadium penyakit yang diderita pasien. Oleh sebab itu, wajar jika muncul klaim bahwa peluang kerja analis kesehatan di masa sekarang dan mendatang makin cerah. Mereka bisa bekerja di instansi pemerintah (sebagai PNS), rumah sakit swasta, laboratorium swasta, maupun marketing diagnostic. Keberadaan tenaga analis kesehatan yang profesional kian dibutuhkan masyarakat. Mengapa analis kesehatan makin laris manis? Hal tersebut merujuk pada dua faktor. Pertama, munculnya paradigma kesetaraan di antara tenaga medis. Dulu ada kesan bahwa perawat, analis, serta tenaga medis lainnya hanya sekadar pembantu dokter. Saat ini muncul paradigma baru bahwa setiap tenaga medis merupakan sejawat yang saling membutuhkan. Alasan kedua, masyarakat makin menyadari pentingnya tenaga analis dan laboratorium kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan setiap puskesmas harus memiliki sekurangnya satu tenaga analis kesehatan. Meski pangsa pasar besar, sampai sejauh ini populasi prodi analis kesehatan relatif kecil. Fenonema ini juga terjadi dalam skala yang lebih luas, yaitu nasional. Pasalnya, sampai kini baru terdapat 20 program studi analis kesehatan di seluruh Indonesia. Populasi prodi lain pada bidang ilmu yang sama, seperti analis farmasi dan analis kimia, juga relatif kecil. Bahkan prodi refraksi optisi baru dimiliki lima perguruan tinggi di Indonesia. Pada saat yang sama, kesadaran masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatan dan kualitas hidup juga meningkat. Salah satunya ditandai dengan menjamurnya klinik atau laboratorium kesehatan. Apakah ini akibat banyak masyarakat yang mengidap penyakit degeneratif seperti diabetes, asam urat, liver, dan jantung? Bisa jadi memang begitu, atau lantaran meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kondisi kesehatannya. Sudah lumrah, jika penderita diabetes melakukan pengecekan kadar gulanya secara teratur di laboratorium kesehatan. Ternyata setengah dari sebagian responden mengaku datang atas inisiatif sendiri. Artinya, bukan karena ada rekomendasi dokter. Mudahnya memperoleh informasi kesehatan membuat masyarakat seakan mengabaikan peran dokter. Dengan berpatokan pada hasil uji laboratorium, masyarakat kemudian melakukan terapi penyakit secara mandiri. Pada batas tertentu, hal itu diperbolehkan. Misalnya, hasil uji kadar gula darah digunakan sebagai patokan diet bagi penderita diabetes. Namun, peran dokter itu sangat diperlukan untuk memberikan terapi secara menyeluruh. Berdasarkan kurikulum yang ditetapkan Departemen Kesehatan, mahasiswa analis kesehatan juga memperoleh bekal di bidang analis medis, industri, dan kimia. Konsepnya bukan konsentrasi, melainkan lingkup kurikulum.
Banyak orang yang tentu sudah mengenal profesi seorang dokter, dokter adalah adalah seseorang yang karena keilmuannya berusaha menyembuhkan orang-orang yang sakit. Tidak semua orang yang menyembuhkan penyakit bisa disebut dokter. Untuk menjadi dokter biasanya diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus dan mempunyai gelar dalam bidang kedokteran. Banyak orang mengira jika sakit, mereka hanya perlu datang ke dokter untuk berobat. Padahal banyak sekali profesi yang turut membantu dalam diagnosa seorang dokter. Profesi bidan misalnya secara teknis bidan adalah seseorang yang membantu dalam proses kelahiran seorang bayi dimana ia membantu profesi seorang dokter kandungan. Contoh kedua adalah perawat jika anda pernah dirawat di rumah sakit tentu anda akan dirawat oleh seorang perawat dimana perawat bertugas untuk merawat pasien dari seorang dokter. Ada satu lagi profesi yang sangat membantu profesi seorang dokter, profesi tersebut adalah profesi analis kesehatan. Banyak sekali orang tidak mengerti mengenai analis kesehatan. Seperti yang telah dijelaskan pada sub bab 2.2 mengenai definisi analis kesehatan atau pranata laboratorium ialah petugas yang bekerja di laboratorium untuk melakukan pemeriksaan lab sebagai penunjang diagnosa dokter demi membantu seseorang mencapai keadaan jasmani, dan jiwa yang sejahtera.
Diagnosa seorang dokter sangat dipengaruhi oleh sampel yang diteliti oleh pranata laboratorium atau analis kesehatan. Jika terjadi kesalahan dalam meneliti sampel maka yang patut disalahkan adalah analis kesehatan yang tidak terampil dan bertanggungjawab atas sampel tersebut. Diagnosa adalah identifikasi mengenai sesuatu. Diagnosis digunakan dalam medis, ilmu pengetahuan, teknik, bisnis, dll. Sampel adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti; dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Dalam hal ini sudah sepatutnya seorang analis bekerja sama dengan dokter dalam membantu mendiagnosa suatu penyakit. Dengan demikian sudah sangat jelas bahwa analis kesehatan adalah contoh dari salah satu profesi yang sangat menunjang dalam dunia kedokteran. Berdasarkan hal tersebut seperti yang kita ketahui jurusan analis kesehatan masih sangat langka di Indonesia. Peluang kerja yang menjanjikan bagi lulusannya membuat jurusan ini banyak dicari oleh lulusan sekolah menengah atas.
Mengapa harus analis kesehatan? Karena lulusan program studi (prodi) analis kesehatan makin dibutuhkan. Profesi ini berperan menegakkan diagnosa klinis melalui pemeriksaan laboratorium. Bahkan bisa menggeser peran seorang dokter. Untuk memastikan jenis penyakit, sampel darah pasien akan diperiksa di labaratorium. Demikian imbauan yang lazim diucapkan pejabat di tengah merebaknya wabah flu burung. Bicara soal laboratorium, ingatan kita selalu tertuju pada sebuah profesi: analis kesehatan. Ya, profesi tersebut sekarang sedang naik daun. Sebagai operator laboratarium, analis kesehatan menjadi ujung tombak untuk mendiagnosa beragam penyakit. Padahal dulu dokter bagaikan ”dewa”, dan dianggap sebagai satu-satunya tenaga medis yang berwenang menentukan derajat kesehatan pasien. Seiring dengan perkembangan ilmu kesehatan, makin terbukalah rahasia tautan derajat kesehatan dan komposisi kimia dalam tubuh manusia. Alhasil, uji klinis seperti sampel darah, urine dan kandungan lain dalam tubuh sangat penting, untuk memastikan jenis serta stadium penyakit yang diderita pasien. Oleh sebab itu, wajar jika muncul klaim bahwa peluang kerja analis kesehatan di masa sekarang dan mendatang makin cerah. Mereka bisa bekerja di instansi pemerintah (sebagai PNS), rumah sakit swasta, laboratorium swasta, maupun marketing diagnostic. Keberadaan tenaga analis kesehatan yang profesional kian dibutuhkan masyarakat. Mengapa analis kesehatan makin laris manis? Hal tersebut merujuk pada dua faktor. Pertama, munculnya paradigma kesetaraan di antara tenaga medis. Dulu ada kesan bahwa perawat, analis, serta tenaga medis lainnya hanya sekadar pembantu dokter. Saat ini muncul paradigma baru bahwa setiap tenaga medis merupakan sejawat yang saling membutuhkan. Alasan kedua, masyarakat makin menyadari pentingnya tenaga analis dan laboratorium kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan setiap puskesmas harus memiliki sekurangnya satu tenaga analis kesehatan. Meski pangsa pasar besar, sampai sejauh ini populasi prodi analis kesehatan relatif kecil. Fenonema ini juga terjadi dalam skala yang lebih luas, yaitu nasional. Pasalnya, sampai kini baru terdapat 20 program studi analis kesehatan di seluruh Indonesia. Populasi prodi lain pada bidang ilmu yang sama, seperti analis farmasi dan analis kimia, juga relatif kecil. Bahkan prodi refraksi optisi baru dimiliki lima perguruan tinggi di Indonesia. Pada saat yang sama, kesadaran masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatan dan kualitas hidup juga meningkat. Salah satunya ditandai dengan menjamurnya klinik atau laboratorium kesehatan. Apakah ini akibat banyak masyarakat yang mengidap penyakit degeneratif seperti diabetes, asam urat, liver, dan jantung? Bisa jadi memang begitu, atau lantaran meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kondisi kesehatannya. Sudah lumrah, jika penderita diabetes melakukan pengecekan kadar gulanya secara teratur di laboratorium kesehatan. Ternyata setengah dari sebagian responden mengaku datang atas inisiatif sendiri. Artinya, bukan karena ada rekomendasi dokter. Mudahnya memperoleh informasi kesehatan membuat masyarakat seakan mengabaikan peran dokter. Dengan berpatokan pada hasil uji laboratorium, masyarakat kemudian melakukan terapi penyakit secara mandiri. Pada batas tertentu, hal itu diperbolehkan. Misalnya, hasil uji kadar gula darah digunakan sebagai patokan diet bagi penderita diabetes. Namun, peran dokter itu sangat diperlukan untuk memberikan terapi secara menyeluruh. Berdasarkan kurikulum yang ditetapkan Departemen Kesehatan, mahasiswa analis kesehatan juga memperoleh bekal di bidang analis medis, industri, dan kimia. Konsepnya bukan konsentrasi, melainkan lingkup kurikulum.
Tag :// Cerita
Selamat Tinggal Naomi
Kriiiiiiing”. Aku langsung
terbangun dari tidurku. Aku langsung mandi, sarapan dan berangkat ke sekolah.
Oh iya, aku Aldi murid kelas 11 SMA. akuberangkat ke sekolah menggunakan sepeda
motor.
Sesampainya di kelas, jarum
jam baru menunjukan pukul 6.35 sedangkan bel jam 7.00. Akhirnya ku keluarkan HP
dari saku seragam dan memainkan game yg ada disitu. Saat sedang main HP tiba -
tiba “Eh, Nadila Uty tungguin gue!”. Aku mengalihkan pandanganku dan melihat 3
anak perempuan di depan kelas. “Lo bertiga bisa gak sih sehari aja gak bikin
ribut?”. “Maaf di”, jawab salah satu dari mereka. Mereka adalah Viny, Uty, dan
Nadila. 3 orang cewek yg duduk di depan dan belakangku. Mereka juga bisa
dibilang sahabatku. Aku melanjutkan permainan yang tadi sempat di pause.
Bel masuk telah berbunyi
semua murid dan wali kelas telah masuk ke kelas. Aku mencolek bahu Uty “Eh ty
si Risky mana?”, tanyaku. Risky adalah sahabatku sekaligus teman sebangku Uty.
Uty hanya mengangkat bahunya menandakan tidak tahu apa – apa. Tiba – tiba ada
seorang murid laki – laki yang berlari menuju ke kelas. “Risky
kenapa kamu telat?”, Tanya guruku saat ia telah sampai di kelas. “Kesiangan
bu”, jawabnya sambil memegang lehernya. “Yaudah, karena kamu baru telat
sebentar ibu izinkan duduk”. Risky langsung duduk di tempat duduknya yang
berada di depanku.
“Eh bro kayaknya mau ada
murid baru cewek deh”, kata Risky kepadaku
“Tau darimana lo?”,
balasku. “tadi gue liat di ruang kepsek”, jawabnya.
Tiba – tiba kepala sekolah
masuk ke kelasku. “Anak – anak hari ini di kelas kalian bakal ada murid baru.
Nak ayo masuk”, kata kepala sekolah sambil memanggil murid baru itu. Kemudian
masuk seorang cewek cantik. “Sekarang kamu perkenalkan diri kamu. Ibu balik ke
ruangan ibu dulu”, kata kepala sekolah. Cewek cantik itu memperkenalkan
dirinya, “Nama saya Shinta Naomi pindahan dari Bandung. Salam kenal”, katanya
sambil tersenyum. Kurasa senyumannya bisa membuatku mimisan. “Naomi kamu boleh
duduk di sebelah Aldi”. Eh di sebelah gue? Bisa – bisa gue mimisan setiap hari
>_<
Ia duduk di sebelahku lalu
mengulurkan tangannya “Shinta Naomi”, katanya. “Aldi”, balasku. Si Risky, Uty,
Nadila, dan Viny mendadak ribut berkenalan dengan Naomi. Pelajaran pun di mulai
seperti biasa.
Skip~>
Akhirnya istirahat juga. Otak
udah mau pecah gara – gara pelajaran matematika. “Gimana hari pertama di
sekolah baru”, tanyaku ke Naomi. “Pusing, pelajarannya susah”, jawabnya sambil
tertawa kecil. “Mau ke kantin gak? Gue udah laper nih”, tanyaku. “Mau deh”,
jawabnya sambil tersenyum. “Aldi sekarang gitu ya. Ada cewek cantik kita
ditinggalin”, kata Uty. “Yaudah lo berempat mau ikut gak?”. “Mau!”, jawab
mereka berempat serempak.
Akhirnya kita berenam ke
kantin bareng. Sesampainya di kantin “Mau duduk dimana?”, Tanya Risky. “Tempat
biasa aja ky”, jawabku. Kita menuju ke salah satu meja yang sering kita pakai
berlima. “biar gue aja yang mesenin. Lo pada mau makan apa?”, tanyaku. “Gue mie
ayam sama es jeruk”, kata Uty. “Gue bakso sama es teh manis”, kata Viny. “Gue
samain Uty”, kata Nadila. “Gue juga sama kayak Uty”, kata Risky. “Naomi, lo mau
apa?”, tanyaku ke Naomi. “Aku ikut kamu aja deh. Soalnya aku belum tau makanan
apa aja yang ada disini”, jawabnya. “Yaudah yuk pesen”.
Aku dan Naomi menuju tempat
untuk memesan makanan. “ Mau apa?”, tanyaku ke Naomi. “Mie ayam sama es teh
manis deh”. “Bu, mie ayam 4 bakso 2 es jeruk 3 sama es teh manis 3. Ini uangnya
bu” “dianter ke meja biasa ya bu”. Setelah makanannya diantar kita langsung
melahapnya sampai habis. Setelah itu kami kembali ke kelas karena bel sudah
berbunyi.
Skip~>
Akhirnya pulang juga.
Otakku sekarang sudah penuh dengan rumus – rumus fisika. Aku sedikit menyesal
Karena sudah mengambil jurusan IPA. “eh rumah lo dimana?”, tanyaku ke Naomi.
“di komplek Permata Hijau”, jawabnya. “eh rumah gue juga disitu. Mau pulang
bareng?”, kataku. “Gak deh di aku mau nunggu sinka, adikku”.
“ohh. Boleh minta nomor
telepon sama alamat gak? Siapa tau gue mau telpon lo atau ke rumah lo”
“Boleh kok. Catet yah.
Nomor telepon aku 08121798*** kalo alamat aku komplek permata hijau blok G no
48”
“Makasih ya Shin”.
Sebenernya aku sedikit kecewa karena tidak bisa pulang bareng Naomi hari ini.
Tapi seenggaknya aku dapet no telp sama alamatnya. Aku langsung pulang menuju
ke rumah.
Sesampainya di rumah aku
langsung menuju ke kamar dan menyalakan laptopku. Aku langsung membuka browser
dan menuju ke www.twitter.com dan
log in ke twitterku. Aku mengetik ‘cantik banget ya tuhan’ lalu memencet
‘tweet’. Beberapa menit kemudian aku mendapat mention dari Uty. ‘cie Naomi ya’.
Kujawab ‘kepo lo :p’. lalu aku menutup laptop ku. Aku mengambil ponselku lalu
mengirim sms ke Naomi.
‘Naomi, mau jalan bareng
gak? Aldi J’.
‘kemana?’.
‘Ke taman komplek aja.
Nanti gue jemput’
‘Mau deh’
‘Jam 4 gue jemput ya’
Setelah itu tidak ada
balasan dari Naomi. Aku langsung siap – siap karena sebentar lagi jam 4.
Setelah itu, aku turun dan mengambil kunci motorku. “Mau kemana kak?”, Tanya
Ayana, adikku yang sedang menonton televisi. “Mau jalan sama temen”, jawabku.
Kunyalakan motorku dan langsung ke rumah Naomi. Setelah sampai aku mengirim SMS
ke dia. “Gue udah di depan rumah lo nih. Blok G no 48 kan?”. Beberapa saat
kemudian Naomi keluar dari rumahnya. “Maaf ya lama”, katanya. “nggak kok. Yuk
berangkat”, jawabku. Dia segera naik ke motorku dan aku langsung melajukan
motorku menuju taman.
Gimana tamannya bagus
kan?”, tanyaku saat kami sudah sampai di taman. “Bagus kok di”, jawabnya.
“Tunggu disini bentar ya”, kataku. Aku mencari tukang es krim. “Bang yang rasa vanilla
2 ya”, kataku. Tukang es krim langsung mengambil es krim dan memberikannya
kepadaku. “Harganya berapa bang?”. “4 ribu dek”. Aku memberikan selembar uang 5
ribu sambil berkata, “Kembaliannya ambil aja bang”.
Aku kembali ke tempat Naomi
dan memberikan es krimnya “Nih buat lo”. “Makasih ya di”, katanya. Kami
menghabiskan es krim masing – masing. “eh di, disini ada ayunan gak?”,
tanyanya. “ada kok. Mau naik?”, kataku. Ia mengangguk. Aku menarik tangannya
dan membawanya ke tempat ayunan. Naomi langsung duduk di salah satu ayunan aku
pun mengikutinya. Setelah itu kami mengobrol sambil melihat langit mentari
senja.
6
bulan kemudian.....
setelah bersahabat dengan
Naomi selama 6 bulan. Kurasa aku telah jatuh cinta kepadanya. Setelah lama
mempertimbangkan aku memutuskan untuk menyatakan cintaku hari ini.
Saat istirahat aku mengirim
pesan singkat kepadanya. ‘Naomi ke taman belakang ya. Gue tunggu lo disana’.
Aku sudah menunggu di taman belakang. 5 menit kemudian Naomi datang. “Naomi!
Sini”, kataku. “ada apa di?”. Aku tak menjawab pertanyaanya aku langsung
menyatakan perasaanku, “Naomi, kita kan udah sahabatan 6 bulan. Gue rasa gue
jatuh cinta sama lo”. Mukanya terlihat kaget saat aku berkata itu. Aku
melanjutkan perkataanku “Kamu mau nggak jadi pacar aku?”. Ia tampak kaget lalu
ia menjawab pertanyaanku “Maaf di. Aku nggak bisa jadi pacar kamu”, jawabnya
sambil menduduk. Saat ia bersiap untuk pergi aku menarik tangannya. “Kenapa?”,
tanyaku sambil menatap matanya. “A-Aku gaada rasa sama kamu di. Aku cuma anggap
kamu sebagai sahabat. Gak lebih. Maaf”, jawabnya lalu berlari.
Aku sedikit kecewa dengan
jawabannya. Tapi, aku tidak bisa memaksakannya. Aku kembali ke kelas dengan
perasaan kecewa. Aku langsung duduk di bangkuku. Tak lama kemudian bel
berbunyi. Semua murid kembali ke kelas termasuk Naomi. Ia duduk di sebelahku.
“Maaf ya yang tadi”, kataku kepadanya. “Nggak apa – apa kok di”, jawabnya
sambil tersenyum
Keesokan harinya.....
Bel masuk sudah berbunyi 1
jam yang lalu. Tapi, bangku di sebelahku masih kosong. Ya Naomi tidak masuk
hari ini. Aku bertanya kepada Nadila yang duduk di belakangku “eh Nad. Lo tau
nggak Naomi kemana?”. “Gatau di. Gue gak dapet kabar sama sekali”. Aku berpikir
kalau ia kesiangan hari ini.
3 hari kemudian...…
3 hari kemarin Naomi tidak
masuk. Nggak mungkin kan kesiangan 3 hari berturut – turut. Aku memutuskan
untuk datang ke rumahnya jika ia tidak masuk lagi hari ini. Bel
sudah berbunyi dan Naomi belum juga dateng. Dia kemana sih. “Di, Naomi gak
masuk lagi?”, Tanya Viny. “Kayaknya enggak deh Vin”, jawabku. Sepanjang
pelajaran aku tidak bisa foukus. Pikiranku hanya memikirkan Naomi. Kemana ia
selama 4 hari ini.
Bel pulang akhirnya
berbunyi. Aku langsung menuju ke rumah Naomi. Sesampainya di rumah Naomi aku
memencet bel yang ada di depan rumahnya. Beberapa saat kemudian keluar seorang
cewek yang mirip dengan Naomi. “Ada apa ya kak?”, tanyanya. “Itu dek. Naomi
kemana ya? Kok udah 4 hari dia gak masuk”,tanyaku. Wajahnya seketika berubah.
“Kakak temennya cici ya?”,
tanyanya
“Iya. Aku Aldi” ,jawabku
sambil mengulurkan tanganku
“Aku Sinka adiknya”,
jawabnya sambil membalas uluran tanganku.
“Cici lagi gak di rumah.
Kalo kakak mau ketemu nanti aku tunjukin jalannya. Kebetulan aku lagi mau
kesana”, lanjutnya
Akhirnya aku pergi bersama
Sinka. Dia menunjukkan jalan ke tempat Naomi. “kak berhenti disini”, katanya
saat kami melewati rumah sakit. “Kok disini Sin?”, tanyaku. “udah kakak ikut
aja”, katanya. Akhirnya aku mengikutinya. Kami masuk ke dalam rumah
sakit dan berhenti di salah satu ruangan. “Nah, udah sampai kak”, kata Sinka.
Aku sedikit bingung tapi kemudian aku membuka pintu ruangan itu. Lalu, aku
masuk ke dalam ruangan.
Di dalam ruangan itu ada
Naomi sedang berbaring di tempat tidur dengan masker oksigen yang menutupi
hidung dan mulutnya. Aku membalikan badanku dan menatap Sinka. “Naomi kenapa?”.
“Jantungnya cici bocor kak. 4 hari yang lalu aku nemuin dia di kamarnya udah
pingsan”, jawabnya. “Sejak kapan dia sakit?”, tanyaku lagi. “Sejak dia kecil”
Kulangkahkan kakiku ke
tempat tidur tempat Naomi berbaring lalu aku duduk di sebelahnya. “Lo kenapa?
Bangun dong. Gue kangen nih”, kataku. “Kita udah 3 hari gak ketemu pas ketemu
lo nya malah kayak gini”, lanjutku.
Kurang lebih 1 jam aku
berada disitu. Saat aku mau pulang tiba – tiba aku melihat tangan Naomi
bergerak dan matanya terbuka perlahan – lahan. “Udah bangun?”, tanyaku ke
Naomi. Dia tak menjawabku. “Sinka panggilin dokter gih”, perintahku ke Sinka.
“Gausah dek”, kata Naomi. Sinka mendekati Naomi. “Makasih ya udah jadi adek
yang baik”, kata Naomi. “Kalo misalnya cici pergi Sinka jangan sedih ya”,
lanjutnya. Aku bingung kenapa ia berbicara seperti itu. “Kok cici ngomong gitu
sih?”, Tanya Sinka. “Tau, kok lo ngomong gitu sih”, kataku menyetujui Sinka.
Naomi tidak menjawab pertanyaan kami berdua Ia malah berkata, “Di makasih ya
udah sahabat yang baik buat aku. Udah jadi teman sebangku yang baik”.
Wajah Naomi Nampak
kesakitan. “cici kenapa?”, Tanya Sinka. “Cici gapapa kok Sin”, jawab Naomi
sambil menahan rasa sakit. “Kalo sakit biar gue panggilin dokter”, tawarku.
“Gausah di. Sampein aja terima kasih aku buat Risky, Viny, Uty sama Nadila”,
jawabnya. Aku tambah khawatir dengan kondisi Naomi. “Udah ya Di, Sin aku mau
istirahat dulu. Aku capek”, lalu ia menutup matanya. Awalnya ku kira ia hanya
tidur. Tapi, tiba – tiba ‘Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit’. Aku panik. Aku belum mau
kehilangan dia. “Sin panggil dokter”, suruhku ke Sinka. Aku menggoyang –
goyangkan tubuh Naomi berharap dia bangun.
Tak lama Sinka datang
bersama seorang dokter. Dokter itu menyuruh kami berdua keluar. Sinka menangis
di sebelahku. Aku merangkulnya “jangan nangis lagi dong Sin”, kataku. Tiba –
tiba Sinka memelukku dan menangis di pelukanku. Aku mengelus – elus
punggungnya. “Kamu udah telepon mama kamu belom?”, tanyaku. Sinka langsung mengeluarkan
ponselnya dan menelpon mamanya.
Saat Sinka sedang menelpon
mamanya dokter keluar. Aku langsung bertanya ke dokter, “Gimana dok?”. Dokter
hanya menggeleng pelan. Aku mengerti maksudnya bahwa Naomi tidak bisa di tolong
lagi. “innalillahi wa innailaihi rojiun”, ucapku. Tangisan Sinka semakin deras.
Aku mencoba menenangkannya dan berkata, “Sabar ya. Aku juga ngerasain apa yang
kamu rasa kok”. Beberapa saat kemudian mama Naomi datang. Aku langsung pamit
pulang karena takut ibuku mengkhawatirkanku.
Sesampainya di rumah ibuku
langsung bertanya, “Kamu habis kemana jam 5 baru pulang?”. “Habis ketemu temen
mah”, jawabku asal. Aku langsung menuju ke kamarku dan mengeluarkan ponselku.
Aku mencari nama Risky di kontak lalu menelponnya.
“Halo ky”
“kenapa di?”
“Naomi ky”
“Naomi kenapa? Lo jadian
sama dia?”
“Nggak. Dia udah gaada ky”
“Di, lo bohong kan.”
“Gue gak bohong ky barusan
aja dia meninggal”
“Karena apa?”
“Sakit. Jantungnya bocor.
Sampein ke temen – temen ya. Kata Naomi terima kasih buat lo, Viny, Uty sama
Nadila”
“Iya nanti gue sampein.
Udah ya”
Aku mematikan sambungan
telepon tersebut. Kurebahkan badanku di tempat tidur. Aku masih tidak percaya
ia bakal pergi secepat ini. Aku mencoba menegarkan diriku sendiri.
Tak lama kemudian ponselku
bergetar. Aku melihat ke layar. Ada telepon dari Viny. Mungkin Risky sudah
memberitahunya. Aku segera mengangkatnya.
“Kenapa Vin?”
“Di, lo bohong kan sama
kita! Naomi masih ada kan”
Viny berbcara sambil
terisak – isak. Kurasa dia menangis
“Gue gak bohong Vin. Tadi
gue liat sendiri”
“Tapi kan, dia masih 16
tahun. Kemaren – kemaren dia juga masih sehat kok”, kata Viny. Sepertinya
tangisannya makin deras
“Kita gak pernah tau
rencana tuhan Vin. Gue juga gak nyangka dia bakal pergi secepat ini. Udah lo
jangan nangis lagi. Hapus air mata lo. Gue paling gasuka ada cewek nangis”
“Iya. Udahan ya di”
Sambungan telepon pun
terputus
Keesokan Harinya......
Naomi baru saja dimakamkan.
Semua orang sudah pulang kecuali aku. Aku masih belum bisa merelakannya. Aku
berdiam disitu sekitar 30 menit. Tiba – tiba Sinka datang. “Kak kok belom
pulang”, tanyanya. “Gapapa. Mau disini aja”, jawabku. “Ini buat kakak dari
cici”, katanya sambil memberikanku surat beramplop ungu. “Baca di rumah ya
kak”, lanjutnya lalu langsung pergi lagi. Aku akhirnya pulang untuk membaca
surat itu
Sesampainya di rumah aku
langsung membaca surat itu
Hai di. Waktu kamu baca surat
ini, mungkin aku udah gak ada di dunia ini. Aku sakit di. Jantung aku bocor.
Maaf ya aku gak bilang ke kamu dari lama. Aku gak pingin bikin kamu dan teman –
teman yang lain khawatir. Maaf ya. Sebenarnya, aku juga suka sama kamu tapi,
aku gak mau ngerepotin kamu. Terima kasih ya buat kamu dan semua teman – teman
yang udah ngisi sisa hidup aku. Di, mungkin aku emang pergi dari kehidupan
kamu. Tapi, aku harap aku gak pergi dari hati kamu. Tapi kamu harus bisa buka
hati kamu buat orang lain. Udah ya, segini aja.
Naomi
Kamu gak bakal hilang dari hati
aku kok. Dan aku juga bakal berusaha buat buka hati aku. Selamat tinggal Naomi.
Tag :// Cerita




1
2
3
4





