-HEADLINE-
BBM Me
Join This Site
XkresssX Technology Is Valid HTML5
  • Keep Strong And Fight Back
  • Gia48

Popular Post

Showing posts with label Cerita. Show all posts

Apa itu analis kesehatan ??????
sebelum mengenal lebih jauh tentang analis kesehatan, ada baiknya kita tahu dulu definisinya. Menurut Kerlinger analisa adalah suatu usaha yang dilakukan secara sengaja untuk mengetahui sesuatu. Dalam linguistik, analisa atau analisis adalah kajian yang dilaksanakan terhadap sebuah bahasa guna meneliti struktur bahasa tersebut secara mendalam. Sedangkan pada kegiatan laboratorium, kata analisa atau analisis dapat juga berarti kegiatan yang dilakukan di laboratorium untuk memeriksa kandungan suatu zat dalam cuplikan. Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis. Jadi Analis kesehatan adalah petugas yang bekerja di laboratorium untuk melakukan pemeriksaan lab sebagai penunjang diagnosa dokter demi membantu seseorang mencapai keadaan jasmani, dan jiwa yang sejahtera. Analis kesehatan atau pranata laboratorium adalah bagian dari profesi di bidang kesehatan. Seorang analis harus memiliki ketrampilan dan tanggung jawab yang tinggi dalam pemeriksaan sampel. Hal ini berhubungan dengan adanya risiko yang fatal jika terjadi kesalahan.
Banyak yang tidak mengetahui jg analis kesehatan memiliki banyak sekali peluang pekerjaan. Seorang lulusan analis bisa bekerja pada laboratorium rumah sakit tentunya bertugas membantu diagnosa seorang dokter. Selain rumah sakit analis kesehatan bisa ditempatkan di Prodia, PMI, dan segala tempat yang berhubungan dengan analisis.
bisa dilihat seperti inilah gambarannya seorang analis saat bekerja.

Banyak yang tidak mengetahui jg analis kesehatan memiliki banyak sekali peluang pekerjaan. Seorang lulusan analis bisa bekerja pada laboratorium rumah sakit tentunya bertugas membantu diagnosa seorang dokter. Selain rumah sakit analis kesehatan bisa ditempatkan di Prodia, PMI, dan segala tempat yang berhubungan dengan analisis.
bisa dilihat seperti inilah gambarannya seorang analis saat bekerja


Salah satu contoh kasus dari kelalaian seorang analis ialah kasus mengenai seorang wanita bernama Prita Mulyasari yang kasusnya sangat marak diberitakan di media belakangan ini. Kasus yang menimpa Ibu Prita Mulyasari yang dituntut oleh Omni International Hospital Tangerang atas dasar pencemaran nama baik dan sempat ditahan di LP Wanita Tangerang sebelum akhirnya mendapat penangguhan penahanan, menjadi berita hangat yang memicu timbulnya simpati masyarakat sampai politisi di tanah air. Kasus ini bermula dari tersebarnya email yang berisi keluhan Ibu Prita di internet yang oleh pihak RS Omni dianggap merugikan dan mencemarkan nama baik RS dan dua orang dokternya. Dalam email yang tersebar luas tersebut, Ibu Prita dengan gamblang menyatakan bahwa RS Omni International telah melakukan penipuan atas dirinya karena menggunakan hasil lab yang hasilnya tidak valid untuk memutuskan rawat inap. Hasil lab yang dimaksud adalah hitung trombosit yang dilakukan dua kali yang hasilnya 27.000. Keesokan harinya dokter spesialis yang merawat mengatakan ada revisi tentang hasil lab yang dilakukan semalam, dan hasil yang benar adalah 181.000. Inilah yang kemudian dianggap sebagai penipuan oleh Ibu Prita. Dari keterangan yang ada didalam email tersebut berupa gejala klinis dan hasil pemeriksaan trombosit awal, memang seorang dokter segera akan berpikir bahwa itu demam berdarah sebelum terbukti yang lain, karena Indonesia termasuk daerah endemik demam berdarah. Trombosit yang 27.000 ribu tersebut sudah termasuk membahayakan karena potensi terjadinya perdarahan cukup besar. Jadi berdasarkan pemeriksaan awal, saya kira memang sudah seharusnya Ibu Prita dirawat segera. Perlu dicatat bahwa nilai normal hitung trombosit adalah 150.000-300.000/mikroliter (ada variasi nilai normal antar laboratorium/RS). Nilai kritis pemeriksaan trombosit adalah 50.000. Potensi terjadinya perdarahan sangat besar bila nilainya sudah dibawa 20.000. Namun yang mencengangkan saya adalah revisi hasil lab yang dimaksud keesokan harinya. Apakah revisi tersebut dilakukan dengan sampel yang sama? Apakah dua kali pemeriksaan awal (sesuai email Ibu Prita) tersebut dua-duanya salah? Ini sangat kontras dengan apa yang dijelaskan pihak RS Omni dalam klarifikasinya seperti yang diberitakan oleh Kompas. Pihak RS dari berita itu hanya melakukan dua kali pemeriksaan hitung trombosit, dan menyatakan bahwa pemeriksaan pertama tidak valid karena banyak gumpalan darah. Saya kira disinilah letak kompetensi laboratorium RS Omni yang harus dipertanyakan. Kenapa bisa terjadi banyak gumpalan darah? Darah yang telah diberi anticoagulan atau antibeku tidak akan membeku, oleh karena itu pihak RS Omni harus menjelaskan kepada masyarakat mengapa terdapat banyak gumpalan darah di sampel darah Ibu Prita yang menjadi alasan tidak validnya pemeriksaan pertama. Secara keseluruhan kasus ini menurut saya hanya karena kurangnya komunikasi antara dokter dan pasien. Setiap tindakan yang diberikan kepada pasien seyogyanya memang mesti sepegentahuan pasien. Di sinilah letak pentingnya informed consent. Dokter-dokter kita sepertinya masih merasa terlalu sibuk untuk menjelaskan secara sederhana kepada pasien tentang penyakitnya, diagnosis, prosedur pengobatan yang akan dilakukan, sehingga mereka lebih memilih untuk memberikan instruksi berupa resep dan tindakan medis dengan informasi yang seadanya kepada pasien.
Kasus Prita tersebut adalah salah satu contoh agar nantinya seorang analis harus memiliki keterampilan dan tanggung jawab yang besar agar nantinya mereka dapat berhati-hati dalam megerjakan suatu sampel sehingga mereka dapat mempertanggung jawabkan sampel tersebut. Sehingga tidak ada lagi kasus Prita lainnya dikemudian hari. Hal ini juga sudah sepatutnya menjadi pelajaran bagi profesi analis kesehatan untuk lebih berhati-hati dan lebih teliti. Sama halnya dengan rumah sakit, rumah sakit adalah kehidupan ideal bagi orang-orang yang punya jiwa kemanusiaan, rasa sosial dan kemasyarakatan yang tinggi. Oleh karena itu profesi di bidang pelayanan jasa medis apapun bentuk profesinya (Rumah Sakit padat profesi) baik yang berprofesi sebagai staf medis (dokter), staf paramedis (perawat / bidan) dan staf penunjang medis lainnya seperti analis kesehatan, apoteker, analis gizi, fisioterapi, radiographer adalah salah satu dari sekian banyak jenis pekerjaan yang dianggap mulia. Begitu banyak pengetahuan medis yang telah disumbangkan ilmuwannya dalam rangka upaya penyembuhan, penyelamatan dan pemulihan kesehatan umat manusia. Dan hal ini seringkali klimaks dan atau antiklimaksnya berakhir di Rumah Sakit, berhasil atau sebaliknya gagal. Namun alangkah naifnya jika profesi dibidang kesehatan lebih banyak muatan komersialnya dari pada muatan pelayanan sosial kemasyarakatan, simplenya dua-duanya harus seimbang antara pelayanan sosial kemasyarakatan dengan bisnis dan keuntungan.
Untuk menghindari terjadinya kesalahan dalam menganalisa sesuatu, adapun etika profesi analis kesehatan :
ETIKA PROFESI ANALIS KESEHATAN
Etika profesi Analis Kesehatan memiliki tiga dimensi utama, yaitu :
• Keahlian (pengetahuan, nalar atau kemampuan dalam asosiasi dan terlatih)
• Keterampilan dalam komunikasi (baik verbal & non verbal)
• Profesionalisme (tahu apa yang harus dilakukan dan yang sebaiknya dilakukan)
Kewajiban Terhadap Profesi
• Menjunjung tinggi serta memelihara martabat, kehormatan, profesi, menjaga integritas dan kejujuran serta dapat dipercaya.
• Meningkatkan keahlian dan pengetahuannya sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
• Melakukan pekerjaan profesinya sesuai dengan standar prosedur operasional, standar keselamatan kerja yang berlaku dan kode etik profesi.
• Menjaga profesionalisme dalam memenuhi panggilan tugas dan kewajiban profesi.
Kewajiban Terhadap Pekerjaan
• Bekerja dengan ikhlas dan rasa syukur
• Amanah serta penuh integritas
• Bekerja dengan tuntas dan penuh tanggung jawab
• Penuh semangatdan pengabdian
• Kreatif dan tekun
• Menjaga harga diri dan jujur
• Melayani dengan penuh kerendahan hati
Kewajiban Terhadap Rekan
• Memperlakukan setiap teman sejawat dalam batas-batas norma yang berlaku
• Menjunjung tinggi kesetiakawanan dalam melaksanakan profesi.
• Membina hubungan kerjasama yang baik dan saling menghormati dengan teman sejawat dan tenaga profesional lainnya dengan tujuan utama untuk menjamin pelayanan tetap berkualitas tinggi.
Kewajiban Terhadap Pasien
• Bertanggung jawab dan menjaga kemampuannya dalam memberikan pelayanan kepada pasien / pemakai jasa secara profesional.
• Menjaga kerahasiaan informasi dan hasil pemeriksaan pasien / pemakai jasa, serta hanya memberikan kepada pihak yang berhak.
• Dapat berkonsultasi / merujuk kepada teman sejawat atau pihak yang lebih ahli untuk mendapatkan hasil yang akurat
Kewajiban Terhadap Masyarakat
• Memiliki tanggung jawab untuk menyumbangkan kemampuan profesionalnya kepada masyarakat luas serta selalu mengutamakan kepentingan masyarakat.
• Dalam melaksanakan pelayanan sesuai dengan profesinya harus mengikuti peraturan dan perundang-undangan yang berlaku serta norma-norma yang berkembang pada masyarakat.
• Dapat menemukan penyimpangan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar norma yang berlaku pada saat itu serta melakukan upaya untuk dapat melindungi kepentingan masyarakat.
Langkah Menuju Profesional
• Self comitment (teguh pada tujuan yang ingin dicapai dan berprinsip namun tidak kaku)
• Self management (manajemen prioritas dan manajemen waktu)
• Self awareness (pengelolaan kelemahan dan kelebihan diri)
Harapan Profesionalisme Analis Kesehatan
• Tangibles (bukti langsung dan nyata) meliputi kemampuan hasil pengujian, dapat menunjukkan konsep derajat kesehatan pada diri sendiri
• Reliability (kehandalan), yaitu kemampuan memberikan pelayanan yang dijanjikan dengan segera dan memuaskan
• Responsiveness (daya tanggap), yaitu tanggap dalam memberikan pelayanan yang baik terhadap pemakai jasa (pasien, klinisi, dan profesi lain)
• Assurance (jaminan), mencakup kemampuan, kesopanan, sifat dapat dipercaya yang dimiliki Analis Kesehatan dan bebas dari risiko bahaya atau keragu-raguan
• Emphaty (empati) meliputi kemudahan dalam melakukan hubungan, komunikasi yang baik dan memahami kebutuhan pemakai jasa (pasien, klinisi, dan profesi lain)
2.4 Manfaat dan Pengaruh Analis Kesehatan
Segala sesuatu pasti memiliki manfaat dan pengaruh baik positive maupun negative. Dunia kedokteran memiliki banyak sekali aspek yang mendukung didalamnya. Banyak sekali hal yang ikut andil besar dalam kemajuan dunia kedokteran. Faktor penunjang dunia kedokteran meliputi profesi, laboratorium, media, sampel, bahkan hingga teknologi. Paper ini akan jauh membahas lebih dalam megenai profesi yang menunjang karir seorang dokter. Dimana dapat kita ketahui profesi yang tidak kalah penting membantu dalam dunia kedokteran.
Banyak orang yang tentu sudah mengenal profesi seorang dokter, dokter adalah adalah seseorang yang karena keilmuannya berusaha menyembuhkan orang-orang yang sakit. Tidak semua orang yang menyembuhkan penyakit bisa disebut dokter. Untuk menjadi dokter biasanya diperlukan pendidikan dan pelatihan khusus dan mempunyai gelar dalam bidang kedokteran. Banyak orang mengira jika sakit, mereka hanya perlu datang ke dokter untuk berobat. Padahal banyak sekali profesi yang turut membantu dalam diagnosa seorang dokter. Profesi bidan misalnya secara teknis bidan adalah seseorang yang membantu dalam proses kelahiran seorang bayi dimana ia membantu profesi seorang dokter kandungan. Contoh kedua adalah perawat jika anda pernah dirawat di rumah sakit tentu anda akan dirawat oleh seorang perawat dimana perawat bertugas untuk merawat pasien dari seorang dokter. Ada satu lagi profesi yang sangat membantu profesi seorang dokter, profesi tersebut adalah profesi analis kesehatan. Banyak sekali orang tidak mengerti mengenai analis kesehatan. Seperti yang telah dijelaskan pada sub bab 2.2 mengenai definisi analis kesehatan atau pranata laboratorium ialah petugas yang bekerja di laboratorium untuk melakukan pemeriksaan lab sebagai penunjang diagnosa dokter demi membantu seseorang mencapai keadaan jasmani, dan jiwa yang sejahtera.
Diagnosa seorang dokter sangat dipengaruhi oleh sampel yang diteliti oleh pranata laboratorium atau analis kesehatan. Jika terjadi kesalahan dalam meneliti sampel maka yang patut disalahkan adalah analis kesehatan yang tidak terampil dan bertanggungjawab atas sampel tersebut. Diagnosa adalah identifikasi mengenai sesuatu. Diagnosis digunakan dalam medis, ilmu pengetahuan, teknik, bisnis, dll. Sampel adalah bagian dari populasi yang ingin diteliti; dipandang sebagai suatu pendugaan terhadap populasi, namun bukan populasi itu sendiri. Dalam hal ini sudah sepatutnya seorang analis bekerja sama dengan dokter dalam membantu mendiagnosa suatu penyakit. Dengan demikian sudah sangat jelas bahwa analis kesehatan adalah contoh dari salah satu profesi yang sangat menunjang dalam dunia kedokteran. Berdasarkan hal tersebut seperti yang kita ketahui jurusan analis kesehatan masih sangat langka di Indonesia. Peluang kerja yang menjanjikan bagi lulusannya membuat jurusan ini banyak dicari oleh lulusan sekolah menengah atas.
Mengapa harus analis kesehatan? Karena lulusan program studi (prodi) analis kesehatan makin dibutuhkan. Profesi ini berperan menegakkan diagnosa klinis melalui pemeriksaan laboratorium. Bahkan bisa menggeser peran seorang dokter. Untuk memastikan jenis penyakit, sampel darah pasien akan diperiksa di labaratorium. Demikian imbauan yang lazim diucapkan pejabat di tengah merebaknya wabah flu burung. Bicara soal laboratorium, ingatan kita selalu tertuju pada sebuah profesi: analis kesehatan. Ya, profesi tersebut sekarang sedang naik daun. Sebagai operator laboratarium, analis kesehatan menjadi ujung tombak untuk mendiagnosa beragam penyakit. Padahal dulu dokter bagaikan ”dewa”, dan dianggap sebagai satu-satunya tenaga medis yang berwenang menentukan derajat kesehatan pasien. Seiring dengan perkembangan ilmu kesehatan, makin terbukalah rahasia tautan derajat kesehatan dan komposisi kimia dalam tubuh manusia. Alhasil, uji klinis seperti sampel darah, urine dan kandungan lain dalam tubuh sangat penting, untuk memastikan jenis serta stadium penyakit yang diderita pasien. Oleh sebab itu, wajar jika muncul klaim bahwa peluang kerja analis kesehatan di masa sekarang dan mendatang makin cerah. Mereka bisa bekerja di instansi pemerintah (sebagai PNS), rumah sakit swasta, laboratorium swasta, maupun marketing diagnostic. Keberadaan tenaga analis kesehatan yang profesional kian dibutuhkan masyarakat. Mengapa analis kesehatan makin laris manis? Hal tersebut merujuk pada dua faktor. Pertama, munculnya paradigma kesetaraan di antara tenaga medis. Dulu ada kesan bahwa perawat, analis, serta tenaga medis lainnya hanya sekadar pembantu dokter. Saat ini muncul paradigma baru bahwa setiap tenaga medis merupakan sejawat yang saling membutuhkan. Alasan kedua, masyarakat makin menyadari pentingnya tenaga analis dan laboratorium kesehatan. Oleh karena itu, pemerintah menetapkan setiap puskesmas harus memiliki sekurangnya satu tenaga analis kesehatan. Meski pangsa pasar besar, sampai sejauh ini populasi prodi analis kesehatan relatif kecil. Fenonema ini juga terjadi dalam skala yang lebih luas, yaitu nasional. Pasalnya, sampai kini baru terdapat 20 program studi analis kesehatan di seluruh Indonesia. Populasi prodi lain pada bidang ilmu yang sama, seperti analis farmasi dan analis kimia, juga relatif kecil. Bahkan prodi refraksi optisi baru dimiliki lima perguruan tinggi di Indonesia. Pada saat yang sama, kesadaran masyarakat untuk meningkatkan taraf kesehatan dan kualitas hidup juga meningkat. Salah satunya ditandai dengan menjamurnya klinik atau laboratorium kesehatan. Apakah ini akibat banyak masyarakat yang mengidap penyakit degeneratif seperti diabetes, asam urat, liver, dan jantung? Bisa jadi memang begitu, atau lantaran meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kondisi kesehatannya. Sudah lumrah, jika penderita diabetes melakukan pengecekan kadar gulanya secara teratur di laboratorium kesehatan. Ternyata setengah dari sebagian responden mengaku datang atas inisiatif sendiri. Artinya, bukan karena ada rekomendasi dokter. Mudahnya memperoleh informasi kesehatan membuat masyarakat seakan mengabaikan peran dokter. Dengan berpatokan pada hasil uji laboratorium, masyarakat kemudian melakukan terapi penyakit secara mandiri. Pada batas tertentu, hal itu diperbolehkan. Misalnya, hasil uji kadar gula darah digunakan sebagai patokan diet bagi penderita diabetes. Namun, peran dokter itu sangat diperlukan untuk memberikan terapi secara menyeluruh. Berdasarkan kurikulum yang ditetapkan Departemen Kesehatan, mahasiswa analis kesehatan juga memperoleh bekal di bidang analis medis, industri, dan kimia. Konsepnya bukan konsentrasi, melainkan lingkup kurikulum.


Tugas dan Resiko Analis Kesehatan

December 17, 2014
Posted by gia
Tag :
Selamat Tinggal Naomi


Kriiiiiiing”. Aku langsung terbangun dari tidurku. Aku langsung mandi, sarapan dan berangkat ke sekolah. Oh iya, aku Aldi murid kelas 11 SMA. akuberangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor.

Sesampainya di kelas, jarum jam baru menunjukan pukul 6.35 sedangkan bel jam 7.00. Akhirnya ku keluarkan HP dari saku seragam dan memainkan game yg ada disitu. Saat sedang main HP tiba - tiba “Eh, Nadila Uty tungguin gue!”. Aku mengalihkan pandanganku dan melihat 3 anak perempuan di depan kelas. “Lo bertiga bisa gak sih sehari aja gak bikin ribut?”. “Maaf di”, jawab salah satu dari mereka. Mereka adalah Viny, Uty, dan Nadila. 3 orang cewek yg duduk di depan dan belakangku. Mereka juga bisa dibilang sahabatku. Aku melanjutkan permainan yang tadi sempat di pause.

Bel masuk telah berbunyi semua murid dan wali kelas telah masuk ke kelas. Aku mencolek bahu Uty “Eh ty si Risky mana?”, tanyaku. Risky adalah sahabatku sekaligus teman sebangku Uty. Uty hanya mengangkat bahunya menandakan tidak tahu apa – apa. Tiba – tiba ada seorang murid laki – laki  yang berlari menuju ke kelas. “Risky kenapa kamu telat?”, Tanya guruku saat ia telah sampai di kelas. “Kesiangan bu”, jawabnya sambil memegang lehernya. “Yaudah, karena kamu baru telat sebentar ibu izinkan duduk”. Risky langsung duduk di tempat duduknya yang berada di depanku.

“Eh bro kayaknya mau ada murid baru cewek deh”, kata Risky kepadaku
“Tau darimana lo?”, balasku. “tadi gue liat di ruang kepsek”, jawabnya.

Tiba – tiba kepala sekolah masuk ke kelasku. “Anak – anak hari ini di kelas kalian bakal ada murid baru. Nak ayo masuk”, kata kepala sekolah sambil memanggil murid baru itu. Kemudian masuk seorang cewek cantik. “Sekarang kamu perkenalkan diri kamu. Ibu balik ke ruangan ibu dulu”, kata kepala sekolah. Cewek cantik itu memperkenalkan dirinya, “Nama saya Shinta Naomi pindahan dari Bandung. Salam kenal”, katanya sambil tersenyum. Kurasa senyumannya bisa membuatku mimisan. “Naomi kamu boleh duduk di sebelah Aldi”. Eh di sebelah gue? Bisa – bisa gue mimisan setiap hari >_<

Ia duduk di sebelahku lalu mengulurkan tangannya “Shinta Naomi”, katanya. “Aldi”, balasku. Si Risky, Uty, Nadila, dan Viny mendadak ribut berkenalan dengan Naomi. Pelajaran pun di mulai seperti biasa.

Skip~>

Akhirnya istirahat juga. Otak udah mau pecah gara – gara pelajaran matematika. “Gimana hari pertama di sekolah baru”, tanyaku ke Naomi. “Pusing, pelajarannya susah”, jawabnya sambil tertawa kecil. “Mau ke kantin gak? Gue udah laper nih”, tanyaku. “Mau deh”, jawabnya sambil tersenyum. “Aldi sekarang gitu ya. Ada cewek cantik kita ditinggalin”, kata Uty. “Yaudah lo berempat mau ikut gak?”. “Mau!”, jawab mereka berempat serempak.

Akhirnya kita berenam ke kantin bareng. Sesampainya di kantin “Mau duduk dimana?”, Tanya Risky. “Tempat biasa aja ky”, jawabku. Kita menuju ke salah satu meja yang sering kita pakai berlima. “biar gue aja yang mesenin. Lo pada mau makan apa?”, tanyaku. “Gue mie ayam sama es jeruk”, kata Uty. “Gue bakso sama es teh manis”, kata Viny. “Gue samain Uty”, kata Nadila. “Gue juga sama kayak Uty”, kata Risky. “Naomi, lo mau apa?”, tanyaku ke Naomi. “Aku ikut kamu aja deh. Soalnya aku belum tau makanan apa aja yang ada disini”, jawabnya. “Yaudah yuk pesen”.

Aku dan Naomi menuju tempat untuk memesan makanan. “ Mau apa?”, tanyaku ke Naomi. “Mie ayam sama es teh manis deh”. “Bu, mie ayam 4 bakso 2 es jeruk 3 sama es teh manis 3. Ini uangnya bu” “dianter ke meja biasa ya bu”. Setelah makanannya diantar kita langsung melahapnya sampai habis. Setelah itu kami kembali ke kelas karena bel sudah berbunyi.

Skip~>

Akhirnya pulang juga. Otakku sekarang sudah penuh dengan rumus – rumus fisika. Aku sedikit menyesal Karena sudah mengambil jurusan IPA. “eh rumah lo dimana?”, tanyaku ke Naomi. “di komplek Permata Hijau”, jawabnya. “eh rumah gue juga disitu. Mau pulang bareng?”, kataku. “Gak deh di aku mau nunggu sinka, adikku”.
“ohh. Boleh minta nomor telepon sama alamat gak? Siapa tau gue mau telpon lo atau ke rumah lo”
“Boleh kok. Catet yah. Nomor telepon aku 08121798*** kalo alamat aku komplek permata hijau blok G no 48”
“Makasih ya Shin”. Sebenernya aku sedikit kecewa karena tidak bisa pulang bareng Naomi hari ini. Tapi seenggaknya aku dapet no telp sama alamatnya. Aku langsung pulang menuju ke rumah.

Sesampainya di rumah aku langsung menuju ke kamar dan menyalakan laptopku. Aku langsung membuka browser dan menuju ke www.twitter.com dan log in ke twitterku. Aku mengetik ‘cantik banget ya tuhan’ lalu memencet ‘tweet’. Beberapa menit kemudian aku mendapat mention dari Uty. ‘cie Naomi ya’. Kujawab ‘kepo lo :p’. lalu aku menutup laptop ku. Aku mengambil ponselku lalu mengirim sms ke Naomi.
‘Naomi, mau jalan bareng gak? Aldi J’.
 ‘kemana?’.
‘Ke taman komplek aja. Nanti gue jemput’
‘Mau deh’
‘Jam 4 gue jemput ya’
Setelah itu tidak ada balasan dari Naomi. Aku langsung siap – siap karena sebentar lagi jam 4. Setelah itu, aku turun dan mengambil kunci motorku. “Mau kemana kak?”, Tanya Ayana, adikku yang sedang menonton televisi. “Mau jalan sama temen”, jawabku. Kunyalakan motorku dan langsung ke rumah Naomi. Setelah sampai aku mengirim SMS ke dia. “Gue udah di depan rumah lo nih. Blok G no 48 kan?”. Beberapa saat kemudian Naomi keluar dari rumahnya. “Maaf ya lama”, katanya. “nggak kok. Yuk berangkat”, jawabku. Dia segera naik ke motorku dan aku langsung melajukan motorku menuju taman.

Gimana tamannya bagus kan?”, tanyaku saat kami sudah sampai di taman. “Bagus kok di”, jawabnya. “Tunggu disini bentar ya”, kataku. Aku mencari tukang es krim. “Bang yang rasa vanilla 2 ya”, kataku. Tukang es krim langsung mengambil es krim dan memberikannya kepadaku. “Harganya berapa bang?”. “4 ribu dek”. Aku memberikan selembar uang 5 ribu sambil berkata, “Kembaliannya ambil aja bang”.

Aku kembali ke tempat Naomi dan memberikan es krimnya “Nih buat lo”. “Makasih ya di”, katanya. Kami menghabiskan es krim masing – masing. “eh di, disini ada ayunan gak?”, tanyanya. “ada kok. Mau naik?”, kataku. Ia mengangguk. Aku menarik tangannya dan membawanya ke tempat ayunan. Naomi langsung duduk di salah satu ayunan aku pun mengikutinya. Setelah itu kami mengobrol sambil melihat langit mentari senja.

6 bulan kemudian.....

setelah bersahabat dengan Naomi selama 6 bulan. Kurasa aku telah jatuh cinta kepadanya. Setelah lama mempertimbangkan aku memutuskan untuk menyatakan cintaku hari ini.

Saat istirahat aku mengirim pesan singkat kepadanya. ‘Naomi ke taman belakang ya. Gue tunggu lo disana’. Aku sudah menunggu di taman belakang. 5 menit kemudian Naomi datang. “Naomi! Sini”, kataku. “ada apa di?”. Aku tak menjawab pertanyaanya aku langsung menyatakan perasaanku, “Naomi, kita kan udah sahabatan 6 bulan. Gue rasa gue jatuh cinta sama lo”. Mukanya terlihat kaget saat aku berkata itu. Aku melanjutkan perkataanku “Kamu mau nggak jadi pacar aku?”. Ia tampak kaget lalu ia menjawab pertanyaanku “Maaf di. Aku nggak bisa jadi pacar kamu”, jawabnya sambil menduduk. Saat ia bersiap untuk pergi aku menarik tangannya. “Kenapa?”, tanyaku sambil menatap matanya. “A-Aku gaada rasa sama kamu di. Aku cuma anggap kamu sebagai sahabat. Gak lebih. Maaf”, jawabnya lalu berlari.

Aku sedikit kecewa dengan jawabannya. Tapi, aku tidak bisa memaksakannya. Aku kembali ke kelas dengan perasaan kecewa. Aku langsung duduk di bangkuku. Tak lama kemudian bel berbunyi. Semua murid kembali ke kelas termasuk Naomi. Ia duduk di sebelahku. “Maaf ya yang tadi”, kataku kepadanya. “Nggak apa – apa kok di”, jawabnya sambil tersenyum

Keesokan harinya.....

Bel masuk sudah berbunyi 1 jam yang lalu. Tapi, bangku di sebelahku masih kosong. Ya Naomi tidak masuk hari ini. Aku bertanya kepada Nadila yang duduk di belakangku “eh Nad. Lo tau nggak Naomi kemana?”. “Gatau di. Gue gak dapet kabar sama sekali”. Aku berpikir kalau ia kesiangan hari ini.

3 hari kemudian...…

3 hari kemarin Naomi tidak masuk. Nggak mungkin kan kesiangan 3 hari berturut – turut. Aku memutuskan untuk datang ke rumahnya jika ia tidak masuk lagi hari ini.  Bel sudah berbunyi dan Naomi belum juga dateng. Dia kemana sih. “Di, Naomi gak masuk lagi?”, Tanya Viny. “Kayaknya enggak deh Vin”, jawabku. Sepanjang pelajaran aku tidak bisa foukus. Pikiranku hanya memikirkan Naomi. Kemana ia selama 4 hari ini.

Bel pulang akhirnya berbunyi. Aku langsung menuju ke rumah Naomi. Sesampainya di rumah Naomi aku memencet bel yang ada di depan rumahnya. Beberapa saat kemudian keluar seorang cewek yang mirip dengan Naomi. “Ada apa ya kak?”, tanyanya. “Itu dek. Naomi kemana ya? Kok udah 4 hari dia gak masuk”,tanyaku. Wajahnya seketika berubah.
“Kakak temennya cici ya?”, tanyanya
“Iya. Aku Aldi” ,jawabku sambil mengulurkan tanganku
“Aku Sinka adiknya”, jawabnya sambil membalas uluran tanganku.
“Cici lagi gak di rumah. Kalo kakak mau ketemu nanti aku tunjukin jalannya. Kebetulan aku lagi mau kesana”, lanjutnya
Akhirnya aku pergi bersama Sinka. Dia menunjukkan jalan ke tempat Naomi. “kak berhenti disini”, katanya saat kami melewati rumah sakit. “Kok disini Sin?”, tanyaku. “udah kakak ikut aja”, katanya. Akhirnya aku mengikutinya.  Kami masuk ke dalam rumah sakit dan berhenti di salah satu ruangan. “Nah, udah sampai kak”, kata Sinka. Aku sedikit bingung tapi kemudian aku membuka pintu ruangan itu. Lalu, aku masuk ke dalam ruangan.

Di dalam ruangan itu ada Naomi sedang berbaring di tempat tidur dengan masker oksigen yang menutupi hidung dan mulutnya. Aku membalikan badanku dan menatap Sinka. “Naomi kenapa?”. “Jantungnya cici bocor kak. 4 hari yang lalu aku nemuin dia di kamarnya udah pingsan”, jawabnya. “Sejak kapan dia sakit?”, tanyaku lagi. “Sejak dia kecil”

Kulangkahkan kakiku ke tempat tidur tempat Naomi berbaring lalu aku duduk di sebelahnya. “Lo kenapa? Bangun dong. Gue kangen nih”, kataku. “Kita udah 3 hari gak ketemu pas ketemu lo nya malah kayak gini”, lanjutku.
Kurang lebih 1 jam aku berada disitu. Saat aku mau pulang tiba – tiba aku melihat tangan Naomi bergerak dan matanya terbuka perlahan – lahan. “Udah bangun?”, tanyaku ke Naomi. Dia tak menjawabku. “Sinka panggilin dokter gih”, perintahku ke Sinka. “Gausah dek”, kata Naomi. Sinka mendekati Naomi. “Makasih ya udah jadi adek yang baik”, kata Naomi. “Kalo misalnya cici pergi Sinka jangan sedih ya”, lanjutnya. Aku bingung kenapa ia berbicara seperti itu. “Kok cici ngomong gitu sih?”, Tanya Sinka. “Tau, kok lo ngomong gitu sih”, kataku menyetujui Sinka. Naomi tidak menjawab pertanyaan kami berdua Ia malah berkata, “Di makasih ya udah sahabat yang baik buat aku. Udah jadi teman sebangku yang baik”.
Wajah Naomi Nampak kesakitan. “cici kenapa?”, Tanya Sinka. “Cici gapapa kok Sin”, jawab Naomi sambil menahan rasa sakit. “Kalo sakit biar gue panggilin dokter”, tawarku. “Gausah di. Sampein aja terima kasih aku buat Risky, Viny, Uty sama Nadila”, jawabnya. Aku tambah khawatir dengan kondisi Naomi. “Udah ya Di, Sin aku mau istirahat dulu. Aku capek”, lalu ia menutup matanya. Awalnya ku kira ia hanya tidur. Tapi, tiba – tiba ‘Tiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiit’. Aku panik. Aku belum mau kehilangan dia. “Sin panggil dokter”, suruhku ke Sinka. Aku menggoyang – goyangkan tubuh Naomi berharap dia bangun.

Tak lama Sinka datang bersama seorang dokter. Dokter itu menyuruh kami berdua keluar. Sinka menangis di sebelahku. Aku merangkulnya “jangan nangis lagi dong Sin”, kataku. Tiba – tiba Sinka memelukku dan menangis di pelukanku. Aku mengelus – elus punggungnya. “Kamu udah telepon mama kamu belom?”, tanyaku. Sinka langsung mengeluarkan ponselnya dan menelpon mamanya.

Saat Sinka sedang menelpon mamanya dokter keluar. Aku langsung bertanya ke dokter, “Gimana dok?”. Dokter hanya menggeleng pelan. Aku mengerti maksudnya bahwa Naomi tidak bisa di tolong lagi. “innalillahi wa innailaihi rojiun”, ucapku. Tangisan Sinka semakin deras. Aku mencoba menenangkannya dan berkata, “Sabar ya. Aku juga ngerasain apa yang kamu rasa kok”. Beberapa saat kemudian mama Naomi datang. Aku langsung pamit pulang karena takut ibuku mengkhawatirkanku.

Sesampainya di rumah ibuku langsung bertanya, “Kamu habis kemana jam 5 baru pulang?”. “Habis ketemu temen mah”, jawabku asal. Aku langsung menuju ke kamarku dan mengeluarkan ponselku. Aku mencari nama Risky di kontak lalu menelponnya.
“Halo ky”
“kenapa di?”
“Naomi ky”
“Naomi kenapa? Lo jadian sama dia?”
“Nggak. Dia udah gaada ky”
“Di, lo bohong kan.”
“Gue gak bohong ky barusan aja dia meninggal”
“Karena apa?”
“Sakit. Jantungnya bocor. Sampein ke temen – temen ya. Kata Naomi terima kasih buat lo, Viny, Uty sama Nadila”
“Iya nanti gue sampein. Udah ya”

Aku mematikan sambungan telepon tersebut. Kurebahkan badanku di tempat tidur. Aku masih tidak percaya ia bakal pergi secepat ini. Aku mencoba menegarkan diriku sendiri.
Tak lama kemudian ponselku bergetar. Aku melihat ke layar. Ada telepon dari Viny. Mungkin Risky sudah memberitahunya. Aku segera mengangkatnya.
“Kenapa Vin?”
“Di, lo bohong kan sama kita! Naomi masih ada kan”
Viny berbcara sambil terisak – isak. Kurasa dia menangis
“Gue gak bohong Vin. Tadi gue liat sendiri”
“Tapi kan, dia masih 16 tahun. Kemaren – kemaren dia juga masih sehat kok”, kata Viny. Sepertinya tangisannya makin deras
“Kita gak pernah tau rencana tuhan Vin. Gue juga gak nyangka dia bakal pergi secepat ini. Udah lo jangan nangis lagi. Hapus air mata lo. Gue paling gasuka ada cewek nangis”
“Iya. Udahan ya di”
 Sambungan telepon pun terputus

Keesokan Harinya......

Naomi baru saja dimakamkan. Semua orang sudah pulang kecuali aku. Aku masih belum bisa merelakannya. Aku berdiam disitu sekitar 30 menit. Tiba – tiba Sinka datang. “Kak kok belom pulang”, tanyanya. “Gapapa. Mau disini aja”, jawabku. “Ini buat kakak dari cici”, katanya sambil memberikanku surat beramplop ungu. “Baca di rumah ya kak”, lanjutnya lalu langsung pergi lagi. Aku akhirnya pulang untuk membaca surat itu

Sesampainya di rumah aku langsung membaca surat itu

Hai di. Waktu kamu baca surat ini, mungkin aku udah gak ada di dunia ini. Aku sakit di. Jantung aku bocor. Maaf ya aku gak bilang ke kamu dari lama. Aku gak pingin bikin kamu dan teman – teman yang lain khawatir. Maaf ya. Sebenarnya, aku juga suka sama kamu tapi, aku gak mau ngerepotin kamu. Terima kasih ya buat kamu dan semua teman – teman yang udah ngisi sisa hidup aku. Di, mungkin aku emang pergi dari kehidupan kamu. Tapi, aku harap aku gak pergi dari hati kamu. Tapi kamu harus bisa buka hati kamu buat orang lain. Udah ya, segini aja.


                            Naomi

Kamu gak bakal hilang dari hati aku kok. Dan aku juga bakal berusaha buat buka hati aku. Selamat tinggal Naomi.

Selamat Tinggal Naomi

October 22, 2013
Posted by gia
Tag :