-HEADLINE-
BBM Me
Join This Site
XkresssX Technology Is Valid HTML5
  • Keep Strong And Fight Back
  • Gia48

Popular Post

Posted by : Gia primana September 29, 2013

MAWAR MERAH UNTUK NAOMI

“Kakek !!” teriak cucuku Ozil sambil berlari dan memelukku , “hai cu , kamu tumben kesini sendiri , mana ayah dan ibumu ?” tanyaku , “ayah dan ibu dirumah kek , aku mau lihat kakek berkebun” “kebetulan kakek sedang menanam strawberry , kamu mau ikut ?” “boleh kek , aku bantu isi tanahnya ya” , Sebelumnya kenalkan aku Gia, usiaku 78 tahun dan cucuku Ozil yang masih kelas 2 SMA di salah satu Sekolah Teknik yang ada di Bandung , sejak masih muda aku memang sangat hobi berkebun , ya karena dulu aku memang bercita cita menjadi seorang petani yang sukses , begitupun Ozil , dia cucuku satu satunya dan dia pantang menyerah seperti kakeknya ini ..
***************
“Kamu tumbenan kesini cu” “iya kek , aku males sendirian di rumah” katanya “loh kenapa memang ? biasanya kamu pergi main sama teman temanmu” “iya sih kek , tapi ada sedikit masalah di sekolah hari ini” “masalah apa memang ? sini cerita sama kakek” kataku sambil menghentikan aktivitasku berkebun , “tapi apa kakek paham masalah anak muda ?” “jangan salah kakekmu ini dulu juga pernah muda haha” kataku bercanda , “jadi gini kek , aku suka sama seorang cewek di sekolah , dia baik denganku kek tapi aku merasa agak canggung karena status sosial kami yang berbeda” “hmm , kamu jangan menyerah cu , cinta itu tidak memandang umur maupun status sosial , cinta itu anugrah Tuhan yang harus kita jaga” “tapi kami berbeda jauh kek , aku merasa minder kalau dekat dengan dia” “masalahmu mengingatkan pada seseorang yang kakek masih ingat sampai sekarang” “siapa itu kek ?  apa itu nenek ?” “hahaa , bukan , lebih tepatnya mantan kekasih kakek dulu” “wah-wah cerita dong kek” “Jadi begini ceritanya.......”
******************
50 Tahun yang lalu .......
Hari itu aku sedang pulang sekolah , seperti biasa dengan sepeda onthel kesayanganku yang setia menemaniku kemana saja , kukayuh dengan sedikit cepat karena hari ini aku ada janji dengan teman wanitaku , 30 menit kemudian aku sampai , kulihat dia berada diseberang jalan , aku segera menghampirinya “maaf aku terlambat , soalnya tadi masih disuruh ibuku ke pasar” “iya gapapa , lagian aku juga ga terlalu lama kok” “jadi berangkat sekarang ?” “yuk..” katanya sambil menaiki boncengan sepedaku , oh iya teman wanitaku ini namanya naomi , dia keturunan jepang – sunda jadi dia cukup cantik , dan dia juga anak orang “berada” , berbeda denganku yang cuma anak tukang becak dan ibuku pedagang sayur dipasar yang penghasilannya pas-pasan. banyak yang menghinaku saat aku sedang bersama naomi , entah itu di perpustakaan atau saat di kantin , eh naomi kok bawa supirnya ke sekolah sih , kata kata itu sudah sering kudengar bahkan hampir tiap hari , namun Naomi selalu membelaku , bahkan 2 hari yang lalu aku sempat dihajar oleh Wijaya , dia adalah teman sekelasku yang sangat menyukai Naomi . aku terkadang berpikir , apa sebenarnya yang dia sukai dari aku ? aku bukan anak orang kaya , aku juga bukan anak yang pintar dalam hal pelajaran , dan wajahku pun bisa dibilang jelek dibanding Wijaya. Lama aku berpikir , akhirnya kami tiba di tempat tujuan kami , Di sebuah hamparan sawah yang hijau di dekat desa kami yang masih asri , “disini cocok nggak kira kira ?” “boleh deh , kamu cari rumput ntar kita buat pengamatan ya” “oke deh” jawabku singkat , dan aku segera mencari rumput untuk kami amati , saat sedang mencari rumput , tiba tiba aku melihat sebuah pohon mawar yang sedang berbunga , warnanya merah dan kelihatan masih segar , aku pun memetiknya sekedar untuk hadiah Naomi dan setelah itu aku segera kembali , “nih aku udah dapet beberapa jenis rumput” kataku sambil menyerahkan rumput yang aku ambil tadi sambil tangan kanan kutaruh dibelakang tubuhku “yaudah sini kamu duduk , ntar kamu catet statistiknya ya” “oke deh tuan putri , haha” , dia tersenyum sekilas padaku , kulihat dia sangat serius mengerjakan tugas biologi kami , “mi , aku punya sesuatu buat kamu” kataku membuka percakapan “apa Gii?” “ini ...” kataku sambil menunjukkan bunga mawar yang aku petik tadi “wah kamu baik banget man , kok kamu bisa tau aku suka bunga mawar ? makasih ya” katanya sambil mencium pipi kiriku , “ehh ....” aku tidak bisa berkata apa apa lagi , perasaan antara senang dan malu menjadi satu di hati , “aku sayang kamu Gia , aku cinta sama kamu” kata naomi sambil memelukku “ehh aku juga mi” kataku sambil membalas pelukannya dan mengelus kepalanya “aku nggak peduli apa kata orang soal kamu , aku menerimamu apa adanya Gia, karena aku sayang banget sama kamu” katanya lagi dan akhirnya sejak hari itu kami resmi menjadi sepasang kekasih.
******************
7 Bulan kemudian......
Suka duka kami lalui bersama , kami berdua saling mencintai tanpa memandang latar belakang kami , sampai suatu ketika , aku dan naomi kepergok ayahnya yang sedang pulang dari kantornya , sepeda yang kami naiki dihadang oleh mobil ayahnya naomi , “NAOMI ! Apa yang sedang kamu lakukan ?” “akuu....” naomi tidak bisa menjawab “liat nak , kamu itu anak Darmawan , seorang direktur di perusahaan terkenal di Jakarta , apa kata orang kalau melihat kamu berdua dengan sorang gembel” “dia bukan gembel pah , dia Gia, dan aku mencintainya” “cinta ? mau jadi apa kamu ? sekarang ayo pulang , cepat masuk mobil” kata ayah naomi sambil menggandeng tangan naomi masuk ke mobil “dan ini peringatan buat kamu , jangan sekali kali mendekati anak saya lagi , atau kamu akan tau akibatnya” katanya setengah membentak padaku “iya om” jawabku lirih
*******************
Malam harinya , tiba tiba naomi datang ke rumahku , “mi , apa yang kamu lakukan malem malem gini ? nanti kalau ayah kamu tau bisa gawat” “aku kabur dari rumah, Gia aku ga bisa hidup tanpa kamu Gii, aku cinta kamu” katanya sambil memelukku “tapi mi .....” “ijinkan aku tinggal disini Gia, apa kamu nggak sayang aku ?” “yaudah deh , kamu masuk dulu” kataku sambil menyuruhnya masuk dan menutup pintu. Setelah menjelaskan kejadiannya pada Ibuku , Ibuku pun paham dan membolehkan Naomi tinggal beberapa saat dirumahku.
********************
1 Minggu kemudian......
Seperti biasa , sepulang sekolah aku dan naomi berbelanja ke pasar untuk keperluan makan malam , tapi baru saja aku mengeluarkan sepeda dari rumah , ada sebuah mobil mewah berhenti di depan rumahku dan itu adalah mobil ayah Naomi , dia mendatangiku “tunjukkan dimana anak saya , kamu pasti sudah menculiknya” “eh tidak om , saya bisa jelaskan” “Giiaaa ayo berangkat !!” teriak naomi dari dalam rumah “Nah itu suara anak saya , dan kamu akan saya laporkan ke polisi atas tuduhan penculikan” katanya sambil memasuki rumah dan mencari naomi  , “Aku nggak mau pulang pah !!” teriak naomi dari dalam , aku segera berlari ke dalam dan melihat apa yang terjadi , “kamu harus pulang , kamu ini anak orang kaya nak , apa kamu betah tinggal dirumah yang kayak kandang ayam ini” “aku suka dan aku betah pah , aku punya Gia yang selalu ada disampingku , entah itu saat aku senang , susah , saat aku sakit , saat aku putus asa , dia selalu ada buat aku pah , tapi papah ? papah Cuma kejar materi , nggak pernah tau apa yang anaknya rasakan” “oke , papah akan kurangin kerja papah dan mulai fokus ke kamu” “nggak pah , aku lebih bahagia disini , biarpun mereka kekurangan , tapi mereka harmonis pah , nggak kayak di rumah kita” “oke oke , sekarang apa maumu ? papah akan turuti semua asal kamu mau pulang sekarang” “pertama , aku minta papah ada buat aku , kedua restui hubungan aku dengan Gia” “tapi .....” “sekarang semua kembali ke papah , Cuma iu yang aku minta” “baiklah papah akan penuhi semua , tapi kamu juga harus janji jangan kabur dari rumah lagi , papah sayang kamu mi” katanya sambil memeluk naomi. Sejak saat itu Ayah Naomi berubah , dia menjadi lebih ramah , bahkan keluarga kami sering diundang untuk makan malam dirumahnya.
*********************
1 Tahun Kemudian ........
Kami masih saling mencintai seperti dulu , bahkan ayah naomi mulai menyukaiku karena aku anaknya rajin dan mau bekerja keras , tapi kesedihanku bermula di saat malam minggu itu ....
Aku dan naomi sedang jalan jalan berdua , dan kami mampir di warung kaki lima pinggir jalan , “maaf ya mi , aku Cuma bisa ajakin kamu makan disini” “gapapa kok Gii, aku suka makanannya enak” 5 menit kemudian .. “Giaa aku pusing” katanya , dan tiba tiba ia jatuh pingsan , “loh mi , bang bang tolong dong !” kataku panik , seketika abang penjual nasi goreng itu menolongku dan membawa naomi ke rumah sakit terdekat , setelah sampai di rumah sakit naomi segera dibawa dengan ranjang beroda dan dibawa ke UGD , aku mengantar sampai depan ruang UGD “maaf , saudara harus menunggu di depan” “tapi dia pacar saya sus” “percayakan pada kami” , dan akhirnya aku melepaskan Naomi , aku menunggu dengan cemas di depan ruang UGD , 20 menit kemudian dokter keluar dari ruang UGD , segera saja aku langsung bertanya padanya “dok gimana keadaan pacar saya ? apa dia baik-baik saja ?” “tenang , dia sudah siuman dan kami akan membawanya ke ruangan kelas I” “terimakasih ya dok” aku mencium tangan dokter itu , “ya sudah saya pamit dulu” kata dokter itu sambil melangkah pergi. 
*********************
Sejak hari itu aku selalu menemani naomi di rumah sakit sepulang sekolah , bahkan kami terkadang belajar bersama walau kondisi dia masih sakit , aku juga sering membawakannya mawar merah karena dia amat menyukai bunga mawar merah , baginya mawar merah itu anggun dan bisa mewakili perasaan dia padaku , aku juga berusaha menabung karena dulu Naomi pernah bilang dia ingin sebuah boneka sapi yang dia lihat saat jalan jalan denganku , dan hari ini seperti biasa aku datang untuk menjenguknya.
“Selamat siang putri tidur , enak tidurnya ?” “eh kamu Gii, udah lama ya ?” “engga kok baru aja dateng , gimana keadaan kamu ?” “udah agak mendingan sih , tapi masih pusing” “banyak banyak istirahat ya” “iya Gii, tapi capek juga kalo cuman disuruh tidur mulu” “ya kan demi kesembuhan kamu sendiri , eh aku bawa sesuatu nih buat kamu” “apaan Gii ?” “taraaaa .... “ kataku sambil mengeluarkan bunga merah dari saku belakang celanaku , “wih bunga mawar , aku suka banget , makasih ya Gia” “sama sama” kataku sambil tersenyum , “Gii aku pengen tanya sama kamu” “tanya apa mi ?” “apa kamu masih tetep cinta dan sayang sama aku seperti dulu ?” “jelas lah , cintaku padamu itu nggak bisa berkurang mi , aku bener bener tulus sama kamu , kalo nggak kayak gitu mana mungkin aku masih disini sama kamu ?” “tapi apa semua itu bener ? aku takut setelah kamu tau aku sakit , kamu bakal ninggalin aku” “engga lah , aku menerima kamu apa adanya kok” kataku sambil menggenggam tangan naomi yang sedang di infus , “makasih ya Gii , aku beruntung banget bisa dapetin kamu” katanya sambil mulai menangis “iya mi , aku juga sama , tapi kok nangis sih , ntar idungnya pesek kalo nangis terus” “ih apa hubungannya coba ?” “eh lagian ga usah nangis juga udah pesek haha” “aku nggak pesek tauu” “iya deh putri mancung” “nah gitu dong Gii” “mancung banget tapi mancung ke dalam” “ih Gia jahat deh” “hahahahaha” , aku dan naomi pun menghabiskan hari hari kami seperti itu , penuh cinta dan kasih sayang , terkadang diwarnai dengan sedikit candaan konyol dariku tapi tetap tidak mengurangi rasa sayangku pada gadis ini.
*******************
Masih dengan kehidupan baruku , setelah pulang sekolah aku langsung ke rumah sakit untuk menjenguk naomi , namun kejadian aneh terjadi hari itu.
Naomi tidak seperti biasanya , dia banyak terdiam walau aku sudah berusaha untuk menghiburnya
“miii...” “iya Gii” “ada apa sih ? kamu pusingnya kambuh ya ?” “engga kok Gii , aku Cuma lagi males aja” “males kenapa ? tumbenan loh kamu kayak gini” “aku ga pengen balik ke sini lagi Gii” “maksudnya ?” “ya aku ga pengen ada disini , aku pengen sendiri aja , di tempat yang ga ada siapapun selain aku” aku terdiam mencoba menerka maksud dari naomi “Giiaa..” “iya mi” “aku pengen minta sesuatu sama kamu boleh nggak ?” “apa itu mi ?” “kasih aku kesempatan sendiri dulu ya ?” “maksudmu ? kita putus ?” “engga , kasih aku kesempatan buat sendiri dulu 1 hari ya” rasa heran mulai bertambah ketika naomi berkata demikian , tapi aku berusaha untuk mengabulkan harapan naomi itu “iya deh mi , kamu baik baik ya disini , aku pulang dulu” kataku sambil mengecup kening naomi “iya Gia, hati hati ya” dan aku pun pulang dengan membawa rasa heran.
****************
Malam harinya , aku melihat tabunganku yang akan kugunakan untuk membeli boneka untuk naomi, “nah pas 150rb , ahayy pasti besok dia senang bisa dapet boneka dariku” dan malam itu aku membuat surat yang akan kutempelkan pada boneka yang akan kuberikan untuk naomi , dan akhirnya aku pun terlelap tepat tengah malam itu.
****************
Esoknya , sepulang sekolah aku mampir ke toko boneka untuk membeli boneka yang akan kuberikan pada pacarku Naomi , “iya mbak , boneka sapi yang itu ..” kataku sambil menunjuk sebuah boneka “ini harganya 150rb” “ini mbak uangnya ...” kataku sambil mengeluarkan uang tabunganku “ah uangnya recehan semua , pasti hasil nabung ya ?” kata mbak penjaga toko itu ,”iya lah , mau bikin bangga pacar” setelah selesai bonekaku dibungkus dengan plastik berwarna ungu yang menjadi kesukaan naomi dan aku segera berangkat ke rumah sakit.
****************
Sesampainya di rumah sakit aku segera berlari menuju kamar tempat naomi dirawat , tapi aku terkejut melihat Pak Dadang sedang terduduk lemas di depan kamar Naomi , “kenapa pak ?” “Naomi nak ...” “kenapa dengan dia ? dia baik baik aja kan pak ?” kataku mulai cemas , Pak Dadang terdiam , aku langsung masuk ke kamar Naomi dan disana ada beberapa suster , tapi aku melihat Naomi diselimuti seluruh badannya , “sus ada apa ini ?? kenapa dengan naomi” “nyonya naomi nyawanya tidak dapat kami selamatkan , kami sudah berusaha sekuat tenaga tapi Tuhan berkehendak lain” seketika boneka dan bunga mawar yang aku pegang terjatuh dan aku segera membuka selimut dan benar aku melihat wajah naomi sudah pucat “naomiiiii !!!” aku berteriak dan air mataku tidak dapat kutahan lagi , tak kusangka orang yang kucintai pergi begitu cepat , padahal aku ingin memberikan kejutan padanya dengan boneka yang kubeli dari hasilku menabung sendiri ,”maaf , naomi harus kami pindahkan ke kamar jenazah” , aku pun melepaskan pelukanku pada naomi untuk yang terakhir , aku berjalan keluar kamar dengan tubuh lemas , kulihat pak Dadang masih terduduk dengan wajah yang amat sangat sedih “pak ....” , dia pun melihatku “kenapa bapak tidak bilang pada saya ?”
“maaf nak , tapi bapak sendiri juga terkejut karena Naomi hampir tidak pernah bercerita pada bapak soal sakitnya ini , dan tadi saya melihat surat ini yang bapak rasa untuk nak Gia” katanya sambil mengeluarkan sepucuk surat dengan amplop berwarna ungu , aku membukanya dan membacanya dalam hati
“Hai man , mungkin terlambat untuk aku bilang padamu soal sakitku ini , maafkan aku yang selama ini menutupi semua ini , dokter sudah memvonisku terkena tumor otak dan harapan hidupku sangat kecil karena memang sudah stadium akhir , namun aku tidak ingin kamu tau soal penyakitku ini , maaf dan hanya maaf yang mungkin bisa aku katakan , tapi ketauilah , aku akan selalu ada bersamamu , dalam hati kecilmu 

Salam cinta ,
Naomi”
Seketika aku tidak dapat menahan air mataku lagi , aku tidak percaya , gadis yang dulu murah senyum , kini hanya bisa terbujur kaku dengan wajah pucatnya , dan setelah itu aku dan pak Dadang membawa jenazah Naomi pulang untuk dimakamkan
*****************
Saat di pemakaman , aku tidak bisa berkata apa apa lagi , hanya bisa pasrah pada yang Maha Kuasa saat melihat Jenazah Naomi dimasukkan ke liang lahat , dan sebagai kado terakhir aku pun melafadzkan adzan  untuk jenazah Naomi sambil berkata dalam hati “Selamat jalan sayang , nantikan aku disana” dan hari itu setelah pemakaman Naomi seluruh kehidupanku kembali seperti awal dimana aku belum bertemu gadis impianku itu.
*****************
“Apa kakek masih ingat dimana makam Naomi ?” “Tentu saja ingat , hal itu tidak mungkin kakek lupakan” “makanya selagi orang yang kamu cinta itu masih ada , terus kejar dan dapatkan dia , karena bagi laki laki , menyerah itu hal yang pantang dilakukan” “siap kek ! wah berarti kakek benar benar cinta ya sama Naomi itu” “tentu saja , sekarang hari sudah sore , kamu mau ikut kakek ?” kemana kek ?” “kakek mau ziarah makam Naomi” “wah mau dong kek” “sekarang selesaikan bagian terakhir itu” kataku sambil menunjuk biji buah strawberry yang terakhir “oke kek” dan setelah semua selesai , aku dan cucuku Ozil berangkat menuju makam Naomi , gadis penyuka bunga mawar merah yang kucintai dulu.

Pesan : “Selagi dia masih ada , kejarlah dia , karena kita tidak tau kapan umur akan memisahkan kita”

-TAMAT-


Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments